Tembok Penahan Jalan di Asemgede Jombang Ambrol Diterjang Hujan Deras, 25 Meter Runtuh dan Ancam Akses Warga
Headshot Media – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jombang kembali menimbulkan kerusakan infrastruktur. Kali ini, tembok penahan jalan di Desa Asemgede, Kecamatan Ngusikan, ambrol sepanjang 25 meter pada Jumat malam (16/5). Bencana ini juga menyebabkan sebagian badan jalan cor di lokasi tersebut ikut amblas ke saluran air, memicu kekhawatiran warga setempat.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Material tembok yang ambrol terlihat berserakan di saluran pembuangan, sementara bagian jalan yang ambles menyisakan retakan dan permukaan yang tidak rata. Letaknya yang berada di sekitar turunan jembatan menambah risiko bagi para pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua yang melintas.
Menurut keterangan Kaur Perencanaan Desa Asemgede, Darman, tanda-tanda awal kerusakan sebenarnya sudah terlihat sehari sebelumnya. Pada Kamis malam (15/5), hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam. Aliran air deras dari hujan mulai menggerus sisi bahu jalan hingga menyebabkan tembok penahan tampak miring. Bahkan saat itu, beberapa bagian jalan cor juga mulai menunjukkan kerusakan.
“Kami sudah melihat kerusakan awal pada Kamis malam. Temboknya mulai miring dan sebagian jalan cor terlihat retak-retak. Langsung saya laporkan ke Dinas PUPR malam itu juga,” jelas Darman saat ditemui pada Minggu (18/5).
Namun, sebelum sempat dilakukan penanganan, hujan kembali mengguyur wilayah Asemgede pada Jumat malam. Kondisi itu memperparah kerusakan. Air kembali menggerus bahu jalan, hingga akhirnya tembok penahan tidak mampu menahan tekanan dan ambrol ke arah saluran air bersama bagian jalan yang berada di atasnya.
“Besok paginya, begitu dicek, temboknya sudah ambrol total. Panjangnya sekitar 25 meter, dan jalan cor juga ikut longsor,” ujarnya.
Meski kondisi jalan mengalami kerusakan cukup parah, hingga kini jalur tersebut masih bisa dilalui kendaraan, walaupun dengan kehati-hatian ekstra. Untuk mencegah risiko kecelakaan, petugas dari Pemkab Jombang telah turun ke lokasi dan memasang tanda pengaman berupa drum serta tali pembatas sebagai penanda bahaya.
“Sudah disurvei oleh tim dari pemerintah kabupaten pada Sabtu (19/5). Sekarang baru diberi tanda drum, belum ada pengerjaan perbaikan,” tambah Darman. Ia berharap kerusakan ini bisa segera ditindaklanjuti karena lokasi jalan berada di jalur penting yang menghubungkan antarwilayah.
Menurutnya, jika tidak segera diperbaiki, kerusakan dapat meluas dan mengancam keberadaan jembatan yang berada tidak jauh dari titik longsor.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Kabid Bina Marga Agung Setiaji, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari pemerintah desa terkait kejadian tersebut. Jalan yang terdampak diketahui merupakan bagian dari ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Made dengan Asemgede.
“Laporan dari desa sudah kami terima. Tim UPT kami juga sudah mengecek ke lokasi untuk meninjau kondisi kerusakan secara langsung,” ujar Agung.
Ia menjelaskan bahwa saat ini tim teknis tengah melakukan proses identifikasi terhadap tingkat kerusakan. Hasil identifikasi ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah dilakukan penanganan darurat atau perbaikan permanen.
“Kita identifikasi dulu kondisi kerusakan di lapangan. Dari situ nanti baru diputuskan apakah perlu dilakukan perbaikan darurat atau langsung pengerjaan rekonstruksi. Tapi sementara ini, kami sudah pasang tanda pengaman untuk menghindari kecelakaan,” pungkas Agung.
Warga berharap proses identifikasi dan penanganan bisa dilakukan dengan cepat agar akses jalan kembali normal. Pasalnya, jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama warga menuju ke pusat kecamatan dan pasar tradisional terdekat.
Sementara itu anggota Komisi C DPRD Kabupaten Jombang Syaifulloh ST, saat dikonfirmasi ada beberapa ruas jalan cor yang rusak baik oleh gerusan air hujan yang beberapa hari ini selalu mengguyur Jombang seperti di Asem Grde dan juga akibat kelas jalan yang tidak diperhatikan yang menyebabkan jalan ambles seprti di Blimbing Gudo mengatakan, Saya harap Dinas PUPR mengambil langkah cepat untuk memperbaiki, baik itu melalui mandor jalan untuk perbaikan darurat ataupun perbaikan permanen, jangan sampai membahayakan masyarakat pengguna jalan, seperti di Asem Gede yang ambles, tembok penahan roboh dan menggerus badan jalan, ini harus diperhatikan karena menyangkut akses vital warga. jangan hanya diperbaiki namun juga diantisipasi jangan sampai aliran air kembali menggerus tembok penahan jalan, diperhatikan juga drainasenya” ujarnya.
Terkait kerusakan seperti di Blimbing akibat kelas jalan yang berlebih sehingga kontruksi jalan tidak mampu menahan beban, Syaifulloh meminta untuk dishub memperhatikan hal ini, sehingga kerusakan jalan bisa diantisipasi, angkutan berat jangan boleh lewat dijalan yang tidak diperuntukkan angkutan berat, jalan akan cepat rusak dan menghabiskan anggaran perbaikan, pungkasnya (yud/ear)
