Pemkab Jombang Tingkatkan Jalan Kemuning Senilai Rp1,16 Miliar, Pengecoran dan Pengaspalan Dikebut

Headshot Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat pengerjaan proyek peningkatan Ruas Jalan Kemuning, Kecamatan Jombang. Proyek yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran Rp1,16 miliar tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sekaligus menunjang kelancaran mobilitas masyarakat.
Pekerjaan ini meliputi pengaspalan atau overlay hotmix serta pelebaran bahu jalan menggunakan beton. Dengan masa pelaksanaan selama 75 hari kalender, peningkatan Jalan Kemuning menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas layanan infrastruktur secara bertahap.
Pelaksanaan proyek dipercayakan kepada kontraktor CV Panca Karya, dengan pendampingan konsultan pengawas CV Budi Karya Konsultan.
Pelaksana Teknis Proyek, M. Krislana, menjelaskan bahwa pekerjaan dibagi dalam beberapa segmen dengan metode penanganan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Pada segmen pertama, pekerjaan difokuskan pada pengaspalan sepanjang lebih dari 125 meter, yang menghubungkan kawasan Ringin Contong hingga perbatasan Jalan Kemuning.
Untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas warga dan arus kendaraan, pekerjaan pengaspalan dilakukan pada malam hingga dini hari.
“Pengaspalan sudah kami mulai sejak 21 September lalu menggunakan spesifikasi aspal S1 AC-WC dan S2 AC-WC dengan ketebalan 5 sentimeter. Alhamdulillah, pengerjaannya berjalan lancar dan selesai hanya dalam waktu satu hari,” ujar Krislana.
Pengecoran Bahu Jalan Hadapi Kendala Teknis
Memasuki segmen berikutnya, pekerjaan difokuskan pada pelebaran jalan melalui pengecoran beton sepanjang lebih dari 700 meter. Pekerjaan ini ditujukan untuk meningkatkan kondisi bahu jalan sekaligus memberikan dukungan terhadap kualitas dan kenyamanan infrastruktur jalan.
Namun, pelaksanaan di lapangan menghadapi sejumlah tantangan teknis. Salah satunya adalah keberadaan jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang posisinya relatif dangkal, rata-rata kurang dari 15 sentimeter di bawah permukaan tanah.
Selain itu, terdapat struktur beton bangunan milik warga di sepanjang bahu jalan yang membuat proses penggalian tidak dapat sepenuhnya menggunakan alat berat.
Kondisi tersebut mengharuskan tim pelaksana melakukan penggalian secara manual pada titik-titik tertentu untuk menghindari kerusakan jaringan pipa air bersih dan struktur di sekitar lokasi pekerjaan.
“Ketebalan cor mencapai 20 sentimeter, dengan lebar yang terealisasi di sisi kanan dan kiri masing-masing lebih dari satu meter. Karena adanya pipa PDAM, penggalian harus dibantu secara manual agar tidak merusak jaringan pipa air warga. Proses ini cukup menyita waktu,” jelas Krislana.
Di sisi lain, tim konsultan juga melakukan penghitungan ulang Rencana Anggaran Biaya (RAB) menyusul adanya penambahan volume pekerjaan di kawasan Ringin Contong yang belum tercakup dalam perencanaan awal.
Penyesuaian tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pekerjaan tambahan dapat diperhitungkan secara teknis dan administratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski menghadapi kendala di lapangan dan penyesuaian volume pekerjaan, pelaksana proyek tetap berupaya menjaga progres pengerjaan agar tahapan pengecoran hingga pengaspalan akhir dapat diselesaikan sesuai target pelaksanaan.
Pengguna Jalan Diimbau Waspada
Selama proyek berlangsung, aktivitas konstruksi berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas di sekitar Jalan Kemuning. Karena itu, masyarakat yang melintas di kawasan tersebut diimbau untuk memperhatikan rambu-rambu pengaturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pengguna jalan yang membutuhkan akses menuju arah tertentu dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui Jalan Sambongdukuh–Candimulyo sesuai kondisi lalu lintas dan petunjuk yang tersedia.
Pengendara juga diharapkan mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas alat berat maupun pekerja, serta tidak memasuki area yang telah diberi pembatas keselamatan.
Pengaturan tersebut diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus menjaga aktivitas pengerjaan tetap berjalan dengan aman.
“Kami berharap sisa pengerjaan berjalan lancar dan kondusif. Dukungan lalu lintas serta partisipasi warga setempat sangat berarti agar proyek ini selesai tepat waktu dan memberikan kenyamanan berkendara bagi masyarakat Jombang,” pungkas Krislana.
Dorong Infrastruktur Jalan yang Lebih Baik
Peningkatan Jalan Kemuning merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam membangun dan memperbaiki infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat. Jalan yang lebih baik diharapkan dapat menunjang mobilitas warga, memperlancar akses antarkawasan, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.
Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas PUPR juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pengerjaan berlangsung.
Partisipasi masyarakat, terutama dalam mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, dan menggunakan jalur alternatif apabila diperlukan, menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran proyek.
Dengan koordinasi antara pemerintah daerah, pelaksana pekerjaan, konsultan, dan masyarakat, peningkatan Jalan Kemuning diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga Jombang.
Editor : Yanti /ADV
