Info Daerah

Pelat Duiker di Jalan Kabupaten Gudo Jebol Lagi, Lintasan Truk Diduga Jadi Pemicu

Share

Headshot Media Jombang – Infrastruktur jalan kembali menjadi sorotan di Kabupaten Jombang. Kali ini, pelat duiker di ruas jalan kabupaten yang melintasi Desa Blimbing, Kecamatan Gudo, dilaporkan jebol dan ambles, menyulitkan warga serta pengguna jalan yang setiap hari melintasi titik tersebut.

Kerusakan terjadi tepat di pertigaan jalan, yang notabene merupakan jalur vital penghubung antara jalan kabupaten dengan ruas jalan provinsi. Saat ini, area yang terdampak hanya ditandai dengan drum bekas dan pita pengaman berwarna kuning-hitam, sebagai upaya peringatan sementara agar pengguna jalan lebih waspada.

Pantauan di lokasi pada Kamis (16/5), permukaan jalan yang semula rata kini terlihat ambles cukup dalam. Retakan dan cekungan tampak jelas di permukaan pelat duiker—struktur beton di bawah jalan yang berfungsi sebagai penyalur aliran air. Beberapa warga bahkan turut menandai area rawan tersebut dengan potongan ranting pohon agar lebih terlihat dari kejauhan.

“Awalnya itu ambles pas ada truk gandeng lewat, sekitar tiga hari lalu,” ungkap Utomo, warga sekitar yang pertama kali melihat kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa titik ambles tersebut merupakan bagian dari pelat duiker yang sebelumnya tidak tersentuh saat ada pengerjaan perbaikan.

“Dulu memang sempat ada perbaikan, tapi yang dicor hanya sebagian. Yang rusak sekarang justru sisi yang dulu nggak diperbaiki,” ujarnya.

Utomo menambahkan bahwa ruas jalan ini menjadi jalur utama bagi kendaraan besar, termasuk truk-truk logistik yang lalu-lalang setiap hari. “Akses ini penting sekali, nyambung langsung ke jalan provinsi dan banyak kendaraan berat lewat. Kami harap segera diperbaiki sebelum makin parah,” tegasnya.

Menanggapi laporan kerusakan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan telah menurunkan tim UPT (Unit Pelaksana Teknis) untuk mengecek langsung kondisi lapangan.

BACA JUGA :  Menko Pangan Zulkifli Hasan Hadiri Wisuda UNWAHA Jombang, Dorong 600 Sarjana Berani Hadapi Tantangan Kehidupan

“Petugas kami sudah survei dan memasang tanda pengaman. Untuk perbaikannya masih menunggu jadwal, karena kami harus memprioritaskan penanganan sesuai tingkat kerusakan dan ketersediaan anggaran,” kata Bayu saat dikonfirmasi.

Ia mengungkapkan, kerusakan pada duiker ini bukan kasus tunggal. Jalan-jalan kelas III milik kabupaten memang semakin rentan rusak karena sering dilewati kendaraan di luar kelas beban maksimal yang diperbolehkan.

“Kondisi ini tidak hanya terjadi di satu titik. Hampir di banyak ruas kabupaten, kerusakan serupa mulai muncul karena kendaraan besar—padahal kelas jalan tersebut sebenarnya bukan untuk beban seberat itu,” jelas Bayu.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa selama ini Pemkab Jombang telah melakukan pelebaran dan peningkatan struktur jalan secara bertahap, terutama di jalur strategis seperti Blimbing–Gudo yang terkoneksi dengan wilayah Kabupaten Kediri.

Namun, pelebaran jalan yang bertujuan untuk menunjang mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal ternyata menimbulkan dampak tak terduga.

“Tujuan kami jelas, yaitu membuka akses ekonomi dan memperlancar arus barang serta mobilitas warga. Tapi justru banyak kendaraan besar yang memanfaatkan jalur ini sebagai lintasan alternatif, padahal tidak sesuai kelas jalannya,” tegas Bayu.

Sementara itu anggota Komisi C DPRD Kabupaten Jombang Syaifulloh ST, saat dikonfirmasi ada beberapa ruas jalan cor yang rusak baik oleh gerusan air hujan yang beberapa hari ini selalu mengguyur Jombang seperti di Asem Grde dan juga akibat kelas jalan yang tidak diperhatikan yang menyebabkan jalan ambles seprti di Blimbing Gudo mengatakan, Saya harap Dinas PUPR mengambil langkah cepat untuk memperbaiki, baik itu melalui mandor jalan untuk perbaikan darurat ataupun perbaikan permanen, jangan sampai membahayakan masyarakat pengguna jalan, seperti di Asem Gede yang ambles, tembok penahan roboh dan menggerus badan jalan, ini harus diperhatikan karena menyangkut akses vital warga. jangan hanya diperbaiki namun juga diantisipasi jangan sampai aliran air kembali menggerus tembok penahan jalan, diperhatikan juga drainasenya” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemkab Jombang Tingkatkan Jalan Kemuning Senilai Rp1,16 Miliar, Pengecoran dan Pengaspalan Dikebut

Terkait kerusakan seperti di Blimbing akibat kelas jalan yang berlebih sehingga kontruksi jalan tidak mampu menahan beban, Syaifulloh meminta untuk dishub memperhatikan hal ini, sehingga kerusakan jalan bisa diantisipasi, angkutan berat jangan boleh lewat dijalan yang tidak diperuntukkan angkutan berat, jalan akan cepat rusak dan menghabiskan anggaran perbaikan, pungkasnya

Sampai berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan perbaikan duiker akan dilaksanakan. Warga hanya berharap agar penanganan bisa dilakukan dalam waktu dekat, agar tidak menimbulkan kecelakaan atau kerusakan yang lebih besar. (yud/ear)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *