Teknisi Sound System di Banyuwangi Tewas Tersengat Listrik Saat Persiapan Karnaval
Banyuwangi – Sebuah insiden tragis terjadi di Dusun Kebonrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, pada Sabtu malam (30/8). Seorang teknisi sekaligus pemilik usaha lighting dan sound system, Febri Setya Andika (29), meninggal dunia akibat tersengat listrik saat melakukan persiapan pengecekan peralatan menjelang acara karnaval.
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat Febri tengah memasang kabel lighting yang terhubung dengan genset. Saat memegang tiang penyangga sound system, tanpa disadari tiang tersebut ternyata teraliri listrik, yang langsung menyengat tubuhnya.
“Korban saat itu memegang penyangga lighting yang rupanya dialiri listrik dari genset. Ia langsung tersengat dan tersungkur,” ungkap Kapolsek Bangorejo, AKP Hariyanto.
Febri merupakan warga Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu. Ia dikenal sebagai pemilik sekaligus teknisi di usaha penyewaan lighting dan sound system yang sering digunakan untuk berbagai acara di wilayah Banyuwangi. Biasanya, pekerjaan teknis seperti pemasangan dilakukan oleh karyawannya. Namun malam itu, karena ada pekerjaan lain di tempat berbeda, Febri turun tangan sendiri.
Warga yang melihat kejadian langsung bergerak cepat mematikan aliran listrik dari genset dan membawa korban ke RS Al Rohmah, Kecamatan Gambiran. Namun, nyawa Febri tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.
“Ia meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Setelah itu jenazah dibawa pulang keluarga untuk dimakamkan,” kata Kapolsek.
Keluarga korban, termasuk sang istri Berlian yang turut menyaksikan kejadian tersebut secara langsung, mengikhlaskan musibah ini sebagai kecelakaan. Saking syoknya, istri korban bahkan sempat pingsan di lokasi.
Kapolsek menegaskan bahwa kejadian ini murni kecelakaan. Setelah dilakukan pemeriksaan bersama perangkat desa, aliran listrik di tiang penyangga telah kembali normal. Ada kemungkinan tubuh korban lebih rentan tersengat karena saat itu hanya mengenakan satu sandal.
Sementara itu, Kepala Desa Kebondalem, Iksan, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyampaikan bela sungkawa. Ia bersama panitia karnaval telah datang ke rumah duka sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian.
“Atas nama panitia dan pemerintah desa, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujar Iksan.
Febri dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) tak jauh dari kediamannya pada Minggu pagi. Kepergiannya menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga dan rekan-rekannya sesama teknisi.(*)
Editor : Adm
