Pendidikan & Pesantren

Sekolah Rakyat Jombang Ditarget Siap Juli, Progres Pembangunan Baru Capai 60 Persen

Share

Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, Bupati Jombang Warsubi memberikan perhatian serius terhadap pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Perhatian itu muncul setelah adanya tambahan kuota sebanyak 270 siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027, sementara progres pembangunan sekolah hingga kini masih berkisar 60 persen.

Untuk mengecek kesiapan proyek secara langsung, Warsubi didampingi Wakil Bupati Salmanudin, Sekdakab Agus Purnomo, serta sejumlah kepala OPD melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan pada Selasa (19/5). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa progres pengerjaan saat ini berada di angka 59–60 persen. Pemkab Jombang juga telah menjalin koordinasi dengan Kementerian Sosial agar pembangunan bisa diselesaikan pada akhir Juni 2026.

Warsubi menjelaskan, pengerjaan saat ini diprioritaskan pada fasilitas utama seperti ruang kelas, asrama siswa, tempat ibadah, dan ruang makan. Walaupun bangunan belum selesai sepenuhnya, proses penerimaan peserta didik baru tetap berjalan sesuai instruksi Kemensos. Rekrutmen siswa dibuka untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, masing-masing terdiri dari tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa setiap kelas.

Ia menambahkan, program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Pemerintah berharap program tersebut dapat membantu mereka memperoleh pendidikan yang layak tanpa dipungut biaya.

Di sisi lain, Kepala Proyek PT Waskita Karya, Taufik R, menegaskan bahwa pihaknya terus mempercepat pembangunan agar sesuai target pemerintah pusat. Ia menargetkan penyelesaian tahap utama pada 20 Juni mendatang dengan fokus pengerjaan pada ruang belajar, asrama, kantin, dan fasilitas ibadah. Sementara fasilitas tambahan seperti gedung serbaguna akan diselesaikan pada tahap lanjutan.

Sebelumnya, penambahan 270 siswa baru sempat menimbulkan persoalan daya tampung karena gedung sementara di SKB Mojoagung hanya mampu menampung sekitar 100 siswa. Kepala SR Terintegrasi 8 Jombang, Andik Minarto, menyebut total siswa nantinya mencapai 370 anak sehingga diperlukan langkah alternatif apabila gedung permanen belum siap dipakai.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jombang Agung Hariadi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pelaksana proyek terkait perkembangan pembangunan yang saat ini masih berada di kisaran 58 persen. Pemkab juga tengah menyiapkan berbagai skenario cadangan, termasuk kemungkinan penggunaan tempat belajar sementara jika pembangunan belum rampung saat kegiatan belajar dimulai pada Juli mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *