Trotoar Gus Dur Sisi Utara Akan Direvitalisasi Tahun Ini, Anggaran Rp 2,1 Miliar Disiapkan dari APBD 2025
Headshot Media Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang bersiap melanjutkan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Presiden KH Abdurrahman Wahid, atau yang lebih dikenal sebagai Jalan Gus Dur. Setelah menyelesaikan pembangunan trotoar sisi selatan pada 2023, kini giliran sisi utara yang akan direhabilitasi. Proyek ini disokong anggaran Rp 2,1 miliar yang telah dialokasikan melalui APBD 2025.
Meski pelaksanaan ditargetkan mulai dalam waktu dekat, saat ini Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang masih merampungkan sejumlah tahapan teknis dan administratif. Sebab proyek ini masuk dalam kategori Proyek Strategis Daerah (PSD) yang harus melewati proses review mendalam dari Inspektorat Kabupaten Jombang.
“Review dari Inspektorat sudah selesai, namun memang ada beberapa catatan teknis yang masih kami tindak lanjuti, terutama menyangkut dokumen Harga Perkiraan Sendiri (HPS),” jelas Agung Hariadi, Kepala Dinas Perkim Jombang, Jumat (6/6).
Agung menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pembaruan HPS, agar nilai satuan yang digunakan benar-benar mencerminkan harga riil di lapangan, bukan sekadar mengacu pada Standar Satuan Harga (SSH) lama.
“Kami sedang turun ke lapangan, survei langsung ke toko-toko dan penyedia material. Ini penting supaya HPS yang kita susun valid dan sesuai harga pasar terbaru,” ujarnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel sejak tahap perencanaan. Ia juga menyebutkan bahwa revisi dokumen sudah hampir rampung dan akan segera dilimpahkan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang untuk tahapan selanjutnya.
“Insya Allah minggu depan semua revisi selesai. Kami targetkan bisa segera masuk proses pengadaan,” tandasnya.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Jombang, Syaifulloh ST, memberikan perhatian khusus terhadap pelibatan kontraktor dalam proyek ini. Ia menegaskan bahwa karena dana berasal dari APBD Jombang, maka yang seharusnya mendapatkan manfaat langsung adalah kontraktor lokal.
“Ini proyek pakai uang rakyat Jombang. Berkatnya harus kembali ke orang Jombang. Saya minta jangan sampai memprioritaskan kontraktor luar daerah atau yang kerjasama dengan kontraktor lokal hanya sebagai formalitas,” tegas Syaifulloh.
Ia menekankan pentingnya memberdayakan pelaku usaha lokal, selama mereka memenuhi kualifikasi dan mampu melaksanakan pekerjaan sesuai standar.
“Selama pengusaha lokal mampu dan memenuhi syarat, utamakan kontraktor lokal. Ini penting untuk meningkatkan ekonomi daerah,” tambahnya.
Sebagai informasi, revitalisasi trotoar sisi selatan Jalan Gus Dur telah tuntas pada 2023 lalu, dengan anggaran Rp 3,2 miliar yang dikerjakan oleh PT Renis Rimba Jaya. Revitalisasi sisi utara ini merupakan kelanjutan dari penataan kawasan pedestrian yang menjadi salah satu wajah utama kota santri.
Selain mempercantik tampilan trotoar, proyek ini juga akan memperbaiki sistem drainase, guna mengatasi persoalan genangan air saat musim hujan. Pemerintah Kabupaten Jombang berharap, setelah kedua sisi trotoar ditata, kawasan Jalan Gus Dur dapat menjadi ruang publik yang aman, inklusif, dan ramah pejalan kaki — serta turut menggerakkan roda ekonomi lokal. (ear/yud/adk)
