Langganan Genangan, Pemkab Jombang Anggarkan Rp 2,1 Miliar untuk Rehab Drainase Jalan RE Martadinata
Headshot Media – Setelah bertahun-tahun menjadi langganan genangan setiap musim hujan, Jalan RE Martadinata akhirnya masuk dalam skema rehabilitasi drainase skala besar. Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar dari APBD 2025 untuk proyek ini. Saat ini, dokumen perencanaan proyek telah rampung dan tengah direviu oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebelum masuk tahap tender.
Rehabilitasi drainase ini menjadi langkah lanjutan dari evaluasi menyeluruh terhadap titik-titik banjir di kawasan perkotaan Jombang. Jalan RE Martadinata disebut-sebut sebagai salah satu biang keladi banjir lokal yang kerap merendam akses vital kota.
“Dokumen perencanaan baru saja selesai disusun oleh konsultan. Sekarang masih direviu, terutama HPS (harga perkiraan sendiri) oleh PPK. Setelah itu, kami kirim ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ),” ujar Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, Agung Hariadi, saat dikonfirmasi Jumat (23/5).
Proyek ini dijadwalkan masuk proses tender antara Juni 2025. Jika tidak ada kendala berarti dalam proses lelang, pengerjaan fisik proyek diperkirakan bisa dimulai pertengahan Juli dan rampung sebelum akhir November.
“Target kami, pertengahan Juli sudah ada pemenang lelang dan kontrak diteken. Masa pengerjaan sekitar lima bulan,” imbuh Agung.
Berbeda dari proyek revitalisasi trotoar lainnya di Kota Santri, seperti di Jalan KH Wahid Hasyim atau Jalan Gus Dur sisi selatan, proyek RE Martadinata kali ini tidak mencakup instalasi lampu taman, PJU, atau elemen estetika lainnya. Fokus utama adalah membenahi sistem drainase yang selama ini dinilai menjadi penyebab utama genangan.
“Fokus kami memang drainasenya. Trotoar hanya dilapisi batu alam supaya tidak timpang dengan kawasan lain. Tapi tidak ada lampu taman atau ornamen tambahan,” jelas Agung.
Jalan RE Martadinata memang kerap menjadi sorotan warga karena daya tampung saluran airnya yang tak lagi memadai. Setiap kali hujan deras, air meluap ke jalan dan mengganggu aktivitas warga serta arus lalu lintas. Warga di sekitar kerap mengeluhkan lambannya respons Pemkab dalam menyelesaikan persoalan ini.
Dengan dimulainya rehabilitasi ini, Pemkab Jombang diharapkan tidak sekadar memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga mengkaji ulang sistem drainase kota secara menyeluruh agar tak bersifat tambal sulam. Publik menanti, apakah proyek bernilai miliaran ini benar-benar bisa menjawab persoalan banjir kota yang terus berulang, atau hanya akan jadi etalase proyek yang selesai sebelum musim hujan tapi tetap menyisakan genangan. (ear/yud)
