Tebing Jalur Pacet-Cangar Mojokerto Longsor, Dua Mobil Dikabarkan Tertimbuna, Korban Mencapai 10 Orang, ini Perinciannya

HeadshotMedia Mojokerto – Tanah longsor terjadi di jalur Pacet-Cangar pada Kamis siang (3/4), tepatnya di sekitar kawasan Wisata Air Terjun Watu Lumpang, Desa dan Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB tersebut mengakibatkan dua mobil tertimpa material longsoran berupa tanah dan batu yang menerjang jalan alternatif penghubung Pacet dan Batu.
Hingga saat ini, belum ada informasi pasti mengenai jumlah maupun kondisi korban yang kemungkinan terseret oleh longsoran tersebut. Tim dari BPBD serta para relawan masih terus berupaya melakukan penanganan di lokasi kejadian, yang sebelumnya diguyur hujan deras.
Abdul Khakim, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Mojokerto, menyampaikan bahwa lokasi longsor berada sebelum area Wisata Watu Lumpang. Ia mengonfirmasi bahwa dua kendaraan yang menjadi korban termasuk satu mobil pick up dan satu kendaraan lainnya yang jenisnya belum dapat diidentifikasi.
Demi mencegah risiko tambahan, akses jalan dari kedua arah ditutup sementara. Upaya evakuasi terus dilakukan dengan melibatkan petugas dari BPBD serta Dinas PUPR baik dari Kabupaten Mojokerto maupun Kota Batu. Dua unit alat berat juga dikerahkan untuk membantu membersihkan longsoran di kawasan pegunungan Anjasmoro yang menjadi lokasi kejadian.
“Area tebing yang longsor cukup luas. Saat ini sudah ada tim dari Basarnas, BPBD, dan PUPR dari dua daerah yang terlibat. Akses jalan dari dua arah ditutup untuk sementara,” ujar Abdul Khakim menegaskan. Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung di tengah kondisi cuaca yang terus diguyur hujan lebat.
Bencana Tanah Longsor ini menelan setidaknya 10 korban tewas, ada kemungkinan bertambah
Tim gabungan berhasil mengevakuasi sepuluh korban jiwa akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Jalan Raya Sumber Brantas–Pacet, kawasan Cangar, Mojokerto, pada Jumat siang (4 April 2025). Kesepuluh korban tersebut terdiri dari tujuh orang penumpang mobil Toyota Innova Reborn berwarna abu-abu, serta tiga orang penumpang mobil pikap putih dengan nomor polisi S 9127 NI.
Mayoritas korban berasal dari wilayah Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, sementara tiga lainnya tercatat sebagai warga Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas.
Berikut rincian nama-nama korban berdasarkan kendaraan yang mereka tumpangi:
Penumpang Mobil Toyota Innova Reborn:
- Masjid Zatmo Setio (31 tahun)
- Rani Anggraeni (28 tahun)
- Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6 tahun)
- Putri Qiana Ramadhani (2 tahun)
- H. Wahyudi (71 tahun)
- Hj. Jainah (61 tahun)
- Saudah (70 tahun, warga Desa Suruh, Sukodono)
Penumpang Mobil Pikap:
- Fitria Handayani (27 tahun)
- Ahmat Fiki Muzaki (28 tahun)
- Mikaila F. Z. (3,5 tahun)
Kapolres Mojokerto, AKBP Irham Kustarto, menyampaikan bahwa total 420 personel gabungan telah dikerahkan dalam proses evakuasi. Tim terdiri dari SAR Jawa Timur, BPBD dari wilayah Mojokerto dan Malang, PMI, serta sejumlah relawan, termasuk unit anjing pelacak yang turut membantu pencarian.
AKBP Irham juga menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga seperti BMKG, Tahura, dan BASARNAS untuk memastikan keselamatan seluruh tim selama proses evakuasi berlangsung.
Hingga Jumat sore, proses pencarian dan evakuasi masih dilakukan. Kapolres menyebut bahwa berdasarkan informasi yang diterima, masih ada kemungkinan korban lain, termasuk pengguna sepeda motor, yang belum ditemukan. (ear)
