Info DaerahUncategorized

Irigasi Pariterong Jombang Diprediksi Baru Berfungsi pada 2026

Share

foto (Kasmuri Headshot Media Jombang)

Headshot Media JOMBANG – Saluran irigasi Pariterong yang membentang dari Papar-Turi hingga Peterongan di Kabupaten Jombang diperkirakan baru bisa difungsikan pada tahun 2026. Hal ini disebabkan belum adanya penetapan alokasi air yang dibutuhkan untuk mengaliri saluran irigasi tersebut.

Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Sultoni, menjelaskan bahwa meskipun pembangunan fisik irigasi telah rampung pada tahun 2024, sistem irigasi belum bisa digunakan karena belum dimasukkan ke dalam skema alokasi air resmi.

“Hingga akhir tahun 2025 ini, saluran Pariterong belum akan dialiri air karena secara sistem belum ditetapkan alokasinya. Artinya, fungsinya baru bisa dioptimalkan pada tahun 2026,” terang Sultoni kepada Headshot Media Jombang.

Ia menambahkan, dalam sistem pengelolaan sumber daya air, alokasi air tidak bisa ditentukan secara mendadak. Harus dilakukan perhitungan matang berdasarkan sistem distribusi air yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta (PJT) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

“Setiap saluran irigasi memiliki sistem perhitungan tersendiri, baik itu volume air, titik distribusi, maupun wilayah sasaran. Karena itu, irigasi tidak bisa langsung dialiri air tanpa dimasukkan lebih dulu ke dalam perencanaan tahunan Wilayah Sungai (WS) Brantas,” jelasnya.

Proses pengalokasian air ini juga memerlukan persetujuan dari sejumlah pemangku kepentingan, seperti BBWS Brantas, PJT, dan Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur. Baru setelah itu, irigasi Pariterong bisa dimasukkan ke dalam skema distribusi air tahunan.

Irigasi Pariterong sendiri dirancang untuk mengairi area pertanian seluas kurang lebih 5.000 hektare lahan sawah. Namun, menurut Sultoni, luas cakupan tersebut masih bersifat estimatif dan sangat tergantung pada kondisi lapangan serta alokasi air yang akan diberikan.

BACA JUGA :  Cegah Karhutlah Perhutani KPH Jombang Gelar Patroli Gabungan

“Secara rencana memang untuk 5.000 hektare, tetapi kita belum bisa memastikan itu sebelum benar-benar ada pengaliran. Kondisi di lapangan nanti bisa saja berbeda,” ujarnya.

Saluran irigasi Pariterong membentang sepanjang 17 kilometer. Hulunya berada di wilayah Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, dan bermuara di Kecamatan Mojowarno.

Dengan belum difungsikannya saluran ini, petani di wilayah sekitar masih harus bersabar hingga alokasi air resmi ditetapkan dan sistem irigasi bisa mulai beroperasi penuh pada tahun 2026 mendatang. (kas, ear)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *