Talud Kali Kulak Ambrol, Warga Desa Gedongombo Jombang Cemas Rumahnya Terancam Tergerus Banjir
Headshot Media – Bencana banjir yang terjadi pada pertengahan Mei lalu kembali menyisakan ancaman serius bagi warga Dusun Gedong Lor, Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso. Talud di bagian hulu Dam Kulak 9, yang berfungsi menahan aliran air Kali Kulak, dilaporkan ambrol pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan warga, khususnya mereka yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Tanpa adanya penahan arus yang kokoh, air sungai dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa meluber ke pemukiman dan menyebabkan kerusakan yang lebih besar.
Talud Jebol karena Tersumbat Sangkrah Bambu
Kepala Desa Gedongombo, Lasiman, menuturkan bahwa kerusakan pada talud tersebut terjadi pada Kamis malam (15/5), saat debit air sungai meningkat drastis akibat hujan deras di kawasan hulu.
Menurutnya, air yang meluap diperparah oleh tumpukan sangkrah (sampah alami seperti bambu dan ranting) yang tersangkut di Dam Kulak 9. Akibatnya, aliran air tertahan dan menciptakan tekanan kuat yang merusak struktur talud di bagian hulu bendungan.
“Talud yang ambrol itu panjangnya sekitar tiga hingga empat meter. Posisi kerusakan berada tepat di hulu Dam Kulak 9. Awalnya air tertahan karena dam tersumbat sangkrah bambu, lalu meluap dan menggerus talud,” jelas Lasiman saat ditemui di lokasi, Jumat (23/5).
Permukiman Warga di Seberang Sungai Terancam
Kondisi talud yang kini hanya menyisakan timbunan tanah tanpa struktur penguat membuat warga semakin khawatir. Pasalnya, di seberang sungai terdapat deretan rumah warga yang kini berada dalam posisi rawan.
“Kalau hujan deras datang lagi dan debit air naik, kami takut tanggul yang tersisa ikut jebol dan air masuk ke permukiman,” tambah Lasiman.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa telah melaporkan kejadian ini kepada instansi terkait. Lasiman menyebutkan bahwa pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang telah diberi informasi, terutama karena sebelumnya pihak Dinas PUPR juga turut membantu membersihkan tumpukan sangkrah dari bendungan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR. Mereka juga yang bantu angkat sangkrah waktu itu. Semoga ada tindak lanjut cepat untuk perbaikan tanggul ini,” harapnya.
PUPR Belum Terima Laporan Resmi Soal Kerusakan Talud
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Sultoni, mengaku hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait jebolnya talud di Kali Kulak tersebut.
“Untuk kawasan Kali Kulak memang sebelumnya ada usulan normalisasi. Tapi kalau soal kerusakan talud secara spesifik, kami belum menerima laporan masuk,” terang Sultoni.
Meski begitu, pihaknya berkomitmen untuk segera melakukan survei lapangan guna mengecek tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
“Nanti kami cek ke lapangan. Kalau benar terjadi kerusakan, tentu harus kami masukkan dalam perencanaan anggaran. Perbaikan talud tidak bisa langsung dilakukan karena butuh perencanaan teknis dan dana,” jelasnya.
Harapan Warga: Perbaikan Segera Dilakukan Sebelum Musim Hujan Kembali
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Wilayah Desa Gedongombo merupakan salah satu daerah yang rawan banjir tahunan, terutama saat musim penghujan tiba. Jika kerusakan ini tidak segera ditangani, dikhawatirkan bencana yang lebih besar akan melanda pemukiman.
“Kalau bisa segera diperbaiki sebelum musim hujan berikutnya datang. Sekarang saja kami sudah waswas tiap malam,” ujar Siti Aminah, salah satu warga yang tinggal di tepi sungai.
Warga berharap pemerintah kabupaten bisa segera turun tangan, tidak hanya dengan survei, tetapi juga dengan tindakan konkret memperkuat kembali talud yang ambrol. (ear/yud)
