Ratusan Peserta Berebut Proyek Ruang Kelas Baru di Dua SMP Negeri Jombang, Ini Penjelasan Lengkap Kepala PBJ
Oleh: [Yudi Setiono], Headshot Media
Proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) di dua sekolah menengah pertama negeri di Kabupaten Jombang menarik perhatian ratusan peserta lelang dari berbagai daerah. Tak hanya dari Jombang, peserta tender juga datang dari luar wilayah, menjadikan proses seleksi ini berlangsung kompetitif dan ketat.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Jombang, Joko Murcoyo, mengungkapkan bahwa untuk proyek rehabilitasi ruang kelas di SMP Negeri 1 Jombang, tercatat sebanyak 245 peserta telah mendaftar sebagai peserta lelang.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 peserta sudah melengkapi dokumen penawaran beserta rincian harga,” jelas Joko ketika dikonfirmasi, Senin (13/5). Ia menambahkan, pagu anggaran untuk proyek SMPN 1 ini mencapai Rp 800 juta, sementara penawaran yang masuk bervariasi dari Rp 799 juta hingga Rp 600 juta.
Sementara itu, proyek serupa di SMP Negeri 4 Jombang juga tidak kalah ramai peminat. Total terdapat 195 peserta yang mendaftarkan diri, dan 69 di antaranya telah menyampaikan penawaran lengkap. Nilai pagu proyek ini sebesar Rp 400 juta, dengan penawaran terendah yang masuk berada di angka Rp 319 juta, sedangkan tertinggi sekitar Rp 396 juta.
Proses evaluasi dokumen administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga dari para peserta sempat mengalami penyesuaian jadwal. Menurut Joko, hal ini adalah hal yang lazim terjadi dalam proses pengadaan, terutama pada tahap evaluasi yang memerlukan waktu lebih panjang dan kehati-hatian ekstra dari pihak panitia kerja (pokja).
“Memang sering kali evaluasi membutuhkan waktu yang cukup lama, karena banyak hal yang harus diperiksa secara detail. Maka dari itu perubahan jadwal pada tahap ini bukan sesuatu yang luar biasa,” terang Joko.
Secara teknis, evaluasi untuk SMPN 1 Jombang yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung 12–21 Mei, dipercepat menjadi 9–21 Mei. Sedangkan evaluasi untuk proyek SMPN 4 Jombang yang juga awalnya berlangsung pada periode 12–21 Mei, diperpanjang menjadi 9–22 Mei.
Jika tidak ada perubahan jadwal lagi, proses penetapan pemenang dan pengumuman hasil tender dijadwalkan akan dilakukan pada 23 Mei 2025. Selanjutnya, kontrak kerja dengan penyedia jasa yang ditetapkan sebagai pemenang tender ditargetkan akan ditandatangani paling lambat 20 Juni 2025.
Setelah penandatanganan kontrak, pekerjaan fisik akan langsung dimulai. Masing-masing proyek akan dikerjakan dalam waktu maksimal 120 hari kalender sesuai dengan dokumen kontraktual.
Proyek RKB ini diharapkan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, terutama dalam menampung jumlah siswa yang terus bertambah serta meningkatkan kenyamanan belajar.
Persaingan yang begitu ketat ini juga diharapkan mendorong tercapainya kualitas proyek yang baik dengan harga yang efisien, sejalan dengan prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa yang transparan, akuntabel, dan kompetitif.
