Pemkab Jombang Kucurkan Rp 2,1 Miliar untuk Rehabilitasi Trotoar Jalan RE Martadinata

Headshot Media JOMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus berupaya memperbaiki infrastruktur kota, salah satunya dengan merehabilitasi trotoar di Jalan RE Martadinata, Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Proyek ini menjadi perhatian lantaran wilayah tersebut kerap dilanda genangan air saat hujan turun deras.
Kondisi tersebut mendorong Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang untuk mengambil langkah konkret. Kepala Dinas Perkim Jombang, Agung Hariadi, melalui Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), Sri Rahayu, menyampaikan bahwa pemkab telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar untuk pelaksanaan rehabilitasi trotoar di sepanjang jalan tersebut.
“Pada tahun ini, kami akan melakukan rehabilitasi trotoar di Jalan RE Martadinata. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 2,1 miliar,” ujar Sri Rahayu saat ditemui, Selasa (9/4).
Menurutnya, selain memperbaiki trotoar yang mengalami kerusakan, pekerjaan ini juga sekaligus akan memperbaiki sistem saluran drainase yang menjadi penyebab utama terjadinya genangan air di kawasan itu. Selama ini, saluran air di area tersebut dinilai tidak berfungsi optimal, sehingga saat hujan deras turun, air kerap meluap ke badan jalan.
“Perbaikan ini menyeluruh, termasuk saluran drainase. Karena faktanya, setiap hujan deras, kawasan ini selalu tergenang,” lanjutnya.
Pihaknya mencatat sejumlah kerusakan, mulai dari manhole yang banyak berlubang hingga paving trotoar yang sudah rusak parah dan membahayakan pengguna jalan, terutama pejalan kaki.
“Saat ini proyek masih dalam tahap perencanaan. Kami targetkan pada bulan Mei sudah bisa masuk ke proses lelang, sehingga pelaksanaan fisiknya bisa segera dimulai setelahnya,” tegas Sri Rahayu.
Sementara itu, Andika, salah satu warga yang tinggal tak jauh dari Jalan RE Martadinata, menyambut baik rencana perbaikan tersebut. Menurutnya, kondisi trotoar dan genangan air saat hujan selama ini sangat mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.
“Kalau hujan, bisa dipastikan air menggenang di sepanjang jalan ini. Sudah seperti langganan setiap tahun. Tapi memang sejauh ini belum pernah ada penanganan yang benar-benar menyeluruh dari pemerintah,” ungkapnya.
Dirinya berharap agar rencana perbaikan ini bisa direalisasikan tepat waktu dan tepat sasaran. Ia juga menyoroti pentingnya penanganan saluran air secara serius agar tidak hanya mempercantik trotoar, tapi juga menyelesaikan akar permasalahan.
“Semoga tahun ini benar-benar dikerjakan. Kami berharap trotoar yang rusak dan saluran air yang tersumbat segera dibenahi. Karena saat hujan, bukan cuma mengganggu, tapi juga membahayakan pengguna jalan,” pungkasnya.
Dengan adanya rehabilitasi ini, masyarakat berharap Jalan RE Martadinata bisa menjadi kawasan yang lebih tertib, nyaman, dan bebas dari banjir musiman yang selama ini mengganggu. (kas)
