Jombang Melampaui Target Panen Padi 2025, Capai Surplus Produksi Padi
Jombang, 7 Oktober 2025 – Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian Kabupaten Jombang: Dinas Pertanian (Disperta) Jombang menyatakan bahwa pada tahun 2025 lahan panen padi bahkan melampaui target, menghasilkan surplus yang signifikan.
Kepala Disperta Jombang, Ir. Much Rony, mengungkapkan bahwa hingga akhir September 2025, realisasi panen padi mencapai 5.454,61 ha, jauh di atas target luas tanam padi yang ditetapkan sebesar 3.099,72 ha. Hal ini menunjukkan adanya lonjakan efisiensi dan produktivitas.
“Ini adalah hasil kerja keras para petani, penyuluh pertanian, serta dukungan teknologi dan cuaca yang relatif bersahabat selama musim tanam tahun ini,” ujar Rony di Kantor Disperta Jombang, Selasa (1/10/2025).
Menurut Disperta Jombang, terdapat beberapa faktor utama yang memicu pencapaian surplus ini:
- Penggunaan benih unggul — varietas tahan hama dan kekeringan
- Optimalisasi sistem irigasi pertanian berbasis teknologi digital
- Intensifikasi pendampingan petani oleh penyuluh lapangan
- Program subsidi pupuk yang lebih tepat sasaran
Rony menambahkan bahwa pencapaian surplus ini juga berdampak positif terhadap stabilitas harga beras di pasar lokal serta berkontribusi pada ketahanan pangan di Jawa Timur.
Saat ini, para petani di berbagai wilayah Kabupaten Jombang tengah menjalani Musim Tanam III (MT III) sebagai bagian dari Program Optimalisasi Lahan (Oplah). Tujuan dari program ini adalah agar petani dapat menanam padi hingga tiga kali dalam setahun, dengan dukungan intervensi langsung dari pemerintah, misalnya bantuan pompa air dan subsidi biaya pengolahan lahan.
Kabupaten Jombang menargetkan total luas tanam padi hingga akhir Desember 2025 sebesar 81.251 hektare, di mana 3.311 hektare di antaranya masuk ke dalam skema Oplah yang tersebar di 20 kecamatan (kecuali Wonosalam, yang lebih fokus ke hortikultura).
Salah seorang petani di Kecamatan Tembelang, Sugiyono, menyatakan:
“Biasanya saya panen 6–7 ton per hektare, tapi tahun ini bisa sampai 8,5 ton. Harga juga lumayan bagus, jadi kami benar-benar merasa terbantu.”
Keberhasilan ini menempatkan Kabupaten Jombang sebagai salah satu lumbung padi unggulan di Jawa Timur. Disperta Jombang berencana memperluas program intensifikasi pertanian dan mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan berbasis teknologi digital, termasuk penggunaan drone untuk pemantauan lahan dan penyemprotan pestisida di musim tanam berikutnya.
Tren Produksi Padi di Jombang: Dua Tahun Terakhir
Untuk memperkaya konteks, berikut adalah data produksi padi Kabupaten Jombang selama dua tahun terakhir beserta kecenderungannya:
| Tahun | Produksi (Ton GKG / Gabah Kering Giling) | Catatan / Sumber |
|---|---|---|
| 2023 | 346.873,45 ton | Data BPS Provinsi Jawa Timur untuk Kabupaten Jombang |
| 2024 | ± 344.349 ton | Angka sementara produksi padi pada 2024 di Kabupaten Jombang |
| 2025 | (sampai September) — realisasi panen jauh melebihi target lahan | Pernyataan Disperta Jombang (data internal) |
Dari data tersebut, terlihat bahwa produksi padi Kabupaten Jombang pada 2024 mengalami sedikit penurunan dibandingkan 2023 (turun sekitar 2.524 ton atau –0,73 %) . Namun, lonjakan realisasi panen tahun 2025 menunjukkan bahwa pola tersebut dapat dibalik kembali ke tren peningkatan jika strategi yang tepat dijalankan secara konsisten.
