Info DaerahUncategorized

Bukan Dibacok: Polisi Ungkap Fakta Baru di Kasus Pemuda Bersimbah Darah di Jogoroto Jombang

Share

Headshot Media – Kasus yang sempat menghebohkan warga Jombang tentang Imam Syafi’i (19), pemuda asal Dusun Sumber Bendo, Desa Jogoroto, kini mulai menemukan titik terang. Awalnya diduga menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal, namun hasil penyelidikan terbaru Polres Jombang justru membantah hal tersebut.

Imam ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terkapar dengan luka parah dan bersimbah darah di Jalan Raya Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto, Selasa (29/4) sekitar pukul 01.00 dini hari. Ia segera dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan intensif, di mana hingga kini kondisinya masih kritis.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan, setelah dilakukan olah TKP secara mendalam dan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, pihaknya menyimpulkan bahwa Imam kemungkinan besar bukan korban pembacokan.

“Dari hasil penyelidikan awal, termasuk keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi, dugaan kuat menyebutkan bahwa Imam terjatuh dari motor setelah ditendang oleh para pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan,” jelas AKBP Ardi pada Senin (5/5).

Ia menambahkan, kecelakaan terjadi saat korban mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Ketika ditendang, Imam jatuh dan menghantam keras benda-benda di pinggir jalan, termasuk rombong bakso berbahan besi dan kerangka logam lainnya.

“Luka-luka yang diderita korban lebih cenderung akibat benturan keras dengan benda tumpul, bukan karena senjata tajam. Kami melihat adanya luka gores memanjang yang diduga akibat terpapar besi rombong bakso,” papar AKBP Ardi lebih lanjut.

Walau indikasi awal ini mengarah pada kecelakaan akibat benturan, polisi tetap membuka peluang untuk mendalami kemungkinan adanya unsur kekerasan lain dalam insiden tersebut. Saat ini, tim Polres Jombang masih memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap Imam.

BACA JUGA :  Moment HUT TNI ke-81, Kapolres Jombang Beri Kejutan kepada Kodim 0814, Sat Radar 405 Ploso dan Subdenpom Jombang

“Pengejaran terhadap pelaku masih berlangsung. Kami minta doa masyarakat agar kasus ini segera terungkap dengan jelas,” tegas Ardi.

Sementara itu, kondisi Imam Syafi’i masih belum stabil dan harus menjalani operasi di RSUD Jombang untuk menangani gumpalan darah di kepala akibat benturan hebat yang dialaminya.

Kabag Humas Polres Jombang menambahkan bahwa proses penyelidikan belum rampung dan masih terus dikembangkan untuk memastikan kronologi peristiwa secara utuh. Hingga kini, polisi masih belum dapat memeriksa Imam lebih dalam karena kondisi kesehatannya yang memprihatinkan.

Sebelumnya, insiden ini sempat membuat heboh masyarakat Jombang setelah seorang saksi mata, Akmal (18), menemukan Imam tergeletak dengan luka parah di tepi jalan. Dugaan awal yang menyebutkan korban mengalami pembacokan oleh orang tak dikenal langsung menyebar luas dan memicu kekhawatiran warga.

Namun dengan perkembangan terbaru dari penyelidikan, masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu hasil akhir dari kerja keras aparat kepolisian dalam mengungkap kebenaran kasus ini.

Polres Jombang berjanji akan terus menyelidiki kasus ini hingga tuntas, termasuk memastikan para pelaku pengeroyokan mendapat hukuman yang setimpal. (yud/ear)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *