Wawancara Ekslusif HeadshotMedia dengan Anggota Komisi C Syaifulloh ST. Terkait Proyek Mangkrak DAK Integritas Tematik yang hingga kini belum selesai 100%

headshotmedia – Masih terkait mangkraknya proyek DAK Integrasi Tematik didesa Sambong yang menelan biaya lebih dari 25 M berikut hasil wawancara kami tim Headshot Media dengan salah satu anggota Komisi C Syaifulloh ST. Beberapa hari lalu
HS : Selamat siang pak saiful mau konfirmasi terkait proyek yang mangkrak atau belum berfungsi proyek DAK Integrsi Tematik di desa Sambong, apa benar kabar tersebut serta bagaimana hasil sidak dan hasil hearing dengan dinas Perkim dan Lingkungan Hidup ?
Saifulloh ST : Menurut anggapan Dinas Perkim terkait proyek tersebut sudah selesai, tapi belum dilakukan serah terima pekerjaan. Kalau menurut kami dari hasil hearing dan sidak proyek tersebut belum selesai, karena ketika saya tanya Perkim mengapa belum diserah terimakan alasannya karena ada lobang besar bekas galian tanah didalam area proyek, kan ini aneh lubang itu dari mana asalnya karena sebelumnya lahan tersebut adalah lapangan olahraga dan tidak ada lubang. Lagi pula masih tertutup rapat pagar seng sehingga belum bisa digunakan apalagi IPAL juga belum pernah diujicoba, juga TPS3R nya belum kelihatan difungsikan. Padahal seharusnya Desember 2023 proyek tersebut sudah selesai dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Jadi jika belum bisa berfungsi sebagaimana direncanakan, hal tersebut sangat merugikan masyarakat, itu kan uang rakyat yang disia-siakan.
HS : Kalau menurut kepala dinas Perkim sudah selesai, sebenarnya apakah proyek tersebut sudah selesai atau belum? Dan apa sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat?
Saifulloh ST : Menurut tanggapan kami setelah sidak dilokasi bahwa pekerjaan tersebut belum selesai 100% karena masih adanya penutup pagar seng, Bahkan saat sidak komisi C kami harus menunggu sampai hampir 2 jam untuk dibukakan pintu, kalau memang selesai seharusnya tidak ada alasan untuk menahan pemanfaatan oleh masyarakat. Jika alasan belum diserah sterimakan dan di fungsikan karena ini proyek berkelanjutan dengan tambahan dana APBD, konsep itu salah, harusnya proyek yg sudah selesai bisa digunakan dan difungsikan terlebih dahulu. jika ada kelanjutan proyek biarkan mengikuti tahapan berikutnya, kalau seperti ini sangat merugikan masyarakat karena tidak mendapat manfaat, istilahnya jika ini investasi apa tidak rugi dibiarkan mangkrak tidak berfungsi selama satu setengah tahun?
HS : Ada informasi dari masyarakat sekitar bahwa ipal dan Spamnya belum berfungsi?
Saifullah ST : menurut pak Rofiq Perkim sudah diuji coba, namun baru saja dapat informasi dari RT setempat dan salah satu warga yangt mengadukan ke komisi C untuk Hearing, menurutnya ipal belum diuji coba, sedangkan Spam belum selesai semuanya dari sekitar 470 titik, TPS3R juga belum berjalan. Bahkan ada info elevasi ipal justru lebih tinggi dari instalasi pipa pembuangan rumah tangga jika ini benar maka fatal dan sulit digunakan, namun hal ini kami perlu konfirmasi dengan Perkim.
HS : Ada informasi bahwa di proyek tersebut sebenarnya terjadi bancakan dan secara diam-diam dikerjakan oleh oknum ASN dinas Perkim dan KSMnya hanya digunakan nama saja apa itu benar?
Syafulloh ST : Walluhua’lam mas, no comment kalau masah itu.
HS : Terakhir pak, adanya lubang besar misterius menurut informasi yang berkembang, bekas galian pasir karena dilokasi tersebut ada pasir, yang digunakan untuk pembangunan, dan akan diganti tanah urug dari luar, hal itu juga yang memicu protes warga karena polusi udara, jika benar menambang pasir dilokasi apakah hal itu itu tidak melanggar, mengingat di perencanaan atau RAB ada item pembelian material termasuk pasir?
Syaifulloh ST. : Wah maaf kalau info itu saya juga dengar samar-samar tapi saya tidak tau kebenarannya, bahkan saya minta RABnya hingga kini belum dikasih, silahkan dikonfirmasi kepada masyarak sekitar atau ke KSM atau Perkim mungkin itu lebih pas.
Reporter (kas,ear)
