Viral Desakan Mundur Ketum PBNU, Gus Ipul Serukan Jaga Keteduhan: “Ikuti Informasi Resmi”
JAKARTA, HEADSHOTMEDIA — Jagat maya diramaikan kabar mengejutkan terkait permintaan agar Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengundurkan diri dari jabatannya. Informasi yang beredar luas di publik itu disebut berasal dari risalah rapat harian Syuriyah PBNU, yang memuat sejumlah catatan kritis serta rekomendasi pemakzulan.
Dalam risalah yang dilansir ANTARA pada Jumat (21/11/2025), Rapat Harian Syuriyah PBNU menilai ada tiga poin utama yang menjadi dasar permintaan agar Gus Yahya melepaskan jabatan ketua umum. Dokumen tersebut ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
Tiga Sorotan Syuriyah PBNU
Pertama, rapat menyoroti kehadiran narasumber yang dinilai terafiliasi dengan jaringan Zionisme Internasional dalam agenda Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU). Kehadiran tersebut dianggap bertentangan dengan nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan Muqaddimah Qanun Asasi NU.
Kedua, penyelenggaraan AKN NU dengan narasumber kontroversial itu dilakukan di tengah situasi global yang menyorot keras agresi Israel. Hal ini dianggap memenuhi unsur pelanggaran sebagaimana diatur dalam Peraturan Perkumpulan NU Nomor 13 Tahun 2025, terkait tindakan yang dapat mencemarkan nama baik organisasi.
Ketiga, rapat menyinggung soal indikasi ketidaktertiban tata kelola keuangan di lingkungan PBNU yang dinilai berpotensi melanggar hukum syara’, aturan perundang-undangan, serta aturan internal NU. Kondisi ini dianggap dapat membahayakan keberlangsungan badan hukum organisasi.
Dengan tiga catatan itu, Rapat Harian Syuriyah menyerahkan keputusan akhir kepada Rais Aam dan dua wakilnya. Hasil musyawarah menyatakan Gus Yahya diminta mengundurkan diri dalam waktu tiga hari sejak keputusan diterima. Bila tidak, Syuriyah menetapkan bahwa Ketua Umum PBNU dapat diberhentikan secara tidak hormat.
Gus Ipul Minta Pengurus NU Tetap Tenang
Menanggapi dinamika yang memanas, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerukan kepada seluruh pengurus dan warga NU untuk tidak terbawa arus informasi liar.
“Ini dinamika organisasi yang sedang berjalan. Saya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak memperbesar kesalahpahaman,” ujar Gus Ipul, dikutip ANTARA di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses penyelesaian persoalan berada sepenuhnya di tangan Syuriyah PBNU, sebagai pemegang otoritas tertinggi. Karenanya, Gus Ipul mengimbau seluruh tingkatan pengurus—dari PBNU hingga ranting—untuk tetap berkonsolidasi dan menahan diri dari pernyataan yang dapat memperkeruh suasana.
“Ikuti perkembangan hanya melalui informasi resmi Syuriyah PBNU. Jangan terpengaruh kabar yang tidak jelas sumbernya,” tegasnya.
Ajak Perbanyak Sholawat dan Menjaga Suasana Teduh
Di tengah ramainya isu yang berseliweran di media sosial, Gus Ipul mengajak warga NU untuk tetap menjaga hati dan pikiran.
“Mari memperbanyak selawat dan menjaga ketenangan. Jangan ikut menyebarkan kabar yang belum pasti,” ujarnya.
Ia meyakini bahwa apa pun dinamika yang terjadi akan diselesaikan dengan proporsional, beradab, dan sesuai mekanisme organisasi.(*)
Edsitor : Adm
