HUT ke-61 Golkar: Bulan Bakti Sosial di Jombang Jadi Ajang Konsolidasi dan Pengabdian Kader
Headshot Media – Memasuki usia ke-61, Partai Golkar di Kabupaten Jombang tidak hanya merayakan hari jadi, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi pengabdian kader. Melalui DPD Partai Golkar Jombang, rangkaian kegiatan selama November dikemas sebagai bulan bakti sosial, menghadirkan ratusan kader yang turun langsung ke masyarakat.
Desa Godong, Kecamatan Gudo, menjadi titik pusat kegiatan tahun ini. Sejak pagi, sekitar 200 kader bergerak serentak melakukan pembersihan lingkungan, membantu fasilitas umum, hingga menyalurkan paket borfes kepada warga. Kegiatan dibuka dengan senam bersama sebagai pemanasan solidaritas, dan ditutup dengan makan bersama yang mencerminkan kuatnya kultur kekeluargaan internal Golkar.
Ketua DPD Partai Golkar Jombang, Andik Basuki Rahmat, menegaskan bahwa bulan bakti sosial bukan agenda seremonial tahunan, tetapi bagian dari upaya membangun karakter kader yang dekat dengan masyarakat.
“Ini momentum bakti sosial sekaligus HUT Partai Golkar. Kami ingin kader turun langsung, hadir, dan membawa manfaat,” ujar Andik, Minggu (23/11).
Menurut Andik, seluruh unsur organisasi terlibat: pengurus sekretariat, pasukan lapangan, hingga kader dari berbagai kecamatan. Ia menegaskan bahwa agenda besar seperti ini dirancang untuk memperkuat jaringan kader sekaligus menegaskan identitas Golkar sebagai partai yang bekerja di tingkat akar rumput.
“Senam itu simbol kekompakan. Setelah itu, kerja bakti adalah pengabdian nyata. Golkar harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di ruang rapat,” tambahnya.
Seluruh rangkaian berlangsung lancar dan hangat. Makan bersama di akhir acara menjadi simbol bahwa kerja-kerja politik Golkar tidak lepas dari nilai soliditas keluarga besar.
Refleksi Sejarah Golkar: Dari Sekber ke Partai Modern
Momentum HUT kali ini juga membawa ingatan pada perjalanan panjang Partai Golkar. Berawal dari Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) yang didirikan pada 20 Oktober 1964, Golkar berkembang menjadi kekuatan politik strategis yang mendominasi Pemilu 1971 hingga akhir Orde Baru. Meski menghadapi perubahan besar pada era Reformasi, Golkar tetap menjadi salah satu partai dengan jaringan terkuat dan struktur organisasi paling lengkap hingga tingkat desa.
Tradisi bakti sosial yang digelar di Jombang ini sekaligus menjadi wajah baru Golkar dalam membaca kebutuhan masyarakat—lebih terbuka, lebih melayani, dan terus menguatkan basis sosialnya. (*)
Editor : Adm
