Info Daerah

Sekolah Rakyat Hadirkan Asa Baru bagi Warga Jombang, Orang Tua Terharu Anak Berpeluang Sekolah Gratis

Share

JOMBANG – Senyum haru terpancar dari wajah para orang tua saat tim Pemerintah Kabupaten Jombang mendatangi rumah mereka untuk melakukan verifikasi calon peserta didik Program Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027. Bagi keluarga kurang mampu, program ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan harapan baru untuk mengubah masa depan anak-anak mereka.

Kehadiran Sekolah Rakyat disambut antusias oleh masyarakat di sejumlah wilayah, khususnya keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Program yang digagas pemerintah tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam membuka akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu ungkapan syukur datang dari Zalika, warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan. Putranya, Bagus Puji Pangestu, menjadi salah satu calon peserta didik tingkat sekolah dasar yang menjalani proses verifikasi.

Dengan mata berbinar, Zalika mengaku bersyukur karena anaknya mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat. Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi jalan bagi sang anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Semoga anak saya bisa tumbuh menjadi pribadi yang sukses, berbakti kepada orang tua, dan berguna bagi agama, bangsa, serta negara,” ujarnya.

Rasa optimisme yang sama juga dirasakan keluarga Fuji Tristiani di Desa Darurejo dan Laili Fauziyah Rahmawati di Mojoagung. Keduanya berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah dan kini memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan secara gratis melalui program tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, yang memimpin proses validasi lapangan mengaku terkesan dengan semangat para calon siswa dan dukungan penuh dari orang tua mereka. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa Program Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan.

BACA JUGA :  Pemkab Jombang Tingkatkan Jalan Kemuning Senilai Rp1,16 Miliar, Pengecoran dan Pengaspalan Dikebut

“Kami melihat semangat luar biasa dari anak-anak maupun orang tua. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk memastikan program berjalan dengan baik dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Pemkab Jombang menargetkan pemenuhan kuota hingga sekitar 90 siswa guna memenuhi kebutuhan tiga rombongan belajar. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah menerapkan pendekatan yang fleksibel agar anak-anak yang berpotensi putus sekolah dapat tetap memperoleh kesempatan belajar.

Kepala Dinas Sosial Jombang, Agung Hariadi, menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat tahun ini menggunakan sistem multy entry multy exit. Dengan skema tersebut, penerimaan siswa tidak terbatas pada peserta didik baru, tetapi juga memberikan ruang bagi anak terlantar, anak putus sekolah, maupun keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang turut mengawal proses verifikasi guna memastikan program tepat sasaran. Kepala BPS Jombang, Mouna Sri Wahyuni, menegaskan bahwa pengecekan dilakukan secara langsung untuk melihat kondisi riil keluarga calon peserta didik.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh anak-anak yang paling membutuhkan dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi lebih dari sekadar fasilitas pendidikan gratis. Program ini diharapkan mampu membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih cita-cita sekaligus menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan di Kabupaten Jombang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *