Info DaerahOPINI

Peta Panas Manuver Jabatan di Jombang: Sekda, Dinas Pendidikan & LH Jadi Rebutan

Share

Headshot Media Jombang – Angin politik di lingkungan Pemkab Jombang mulai berhembus kencang. Menjelang pengisian sejumlah jabatan strategis, aroma persaingan antar tokoh dan kelompok pun semakin tercium jelas. Tak sekadar persaingan sehat, tapi juga mulai terasa manuver, bisik-bisik kekuasaan, hingga permainan lewat jalur belakang.

Tiga posisi yang saat ini jadi sorotan publik dan jadi incaran banyak pihak adalah jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Di balik meja kerja yang terlihat tenang, kini muncul berbagai upaya pasang strategi, bangun jaringan, bahkan “menyewa” pengaruh dari luar sistem.

Sekda: Jabatan Empuk, Persaingan Sengit

Posisi Sekda Jombang jadi titik panas pertama. Meski Agus Purnomo masih menjabat, geliat untuk menggoyang kursinya mulai tampak. Setidaknya tiga nama mulai disebut-sebut bersiap maju—berinisial H, U, dan P. Ketiganya mulai merancang strategi, membentuk tim tidak resmi, bahkan menggunakan jalur LSM dan media untuk membentuk opini publik.

Isu miring soal Sekda saat ini mulai dihembuskan lewat tulisan hingga bisik-bisik politik. Tujuannya? Jelas—menciptakan celah agar Bupati Warsubi mau mempertimbangkan pergantian. Manuvernya tak main-main, bahkan hingga menyentuh lingkaran dalam kekuasaan: keluarga bupati, anggota dewan, hingga orang-orang yang disebut “bisa mengatur arah angin”.

Tak sedikit yang mengaku dekat dengan bupati—entah betulan atau sekadar modal omong—berlagak bisa “membantu” promosi jabatan. Bahkan ada yang menjual nama sebagai “orang dalam ring satu”, padahal realitanya lebih dekat ke warung kopi daripada ruang rapat bupati. Di situ kadang lucunya.

Kadis Pendidikan: Plt yang Merasa Di Atas Angin

Isu tak kalah seru juga bergulir di Dinas Pendidikan. Plt Kepala Dinas, Dra. Wor Windari, kabarnya mulai merasa “nyaman” dan ogah balik ke posisi sebelumnya sebagai Kadis DPMPTSP. Wajar, dinas pendidikan dikenal sebagai dinas besar, anggaran gemuk, dan pengaruhnya luas—jauh lebih seksi dibanding dinas perizinan.

BACA JUGA :  Polsek Ngusikan Berkolaborasi dengan Petani Wujudkan Ketahanan Pangan

Untuk mempertahankan kursi definitif, pendekatan pun mulai dilakukan ke “pusat kekuasaan”. Tapi tentu saja, bukan hanya Windari yang mengincar posisi ini. Beberapa figur lain juga mulai bergerak diam-diam. Semua menunjukkan gestur loyalitas ke bupati, bahkan mulai masuk ke lingkar komunikasi politik melalui partai pengusung dan relasi informal.

Pertanyaannya: apakah “angin” yang membawa Plt ini naik akan tetap bertiup kencang? Atau justru terlalu kencang hingga bisa menjatuhkannya? Menarik untuk ditunggu langkah Warsubi berikutnya.

Lingkungan Hidup: Rebutan Kursi di Dinas Hijau

Tak kalah hangat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga masuk arena persaingan. Miftahul Ulum, pejabat lama di posisi ini, mulai mendapat sorotan. Meski bertahan cukup lama, suara-suara kritis mulai bermunculan. Isu seputar prestasi yang stagnan, proyek taman yang dinilai minim inovasi, hingga sorotan terhadap fasilitas publik seperti Kebonrojo dan Kebonratu yang dinilai “garing” dan tak ramah wisata.

Pesaing pun mulai bergerak. Ada yang mencoba mendekat ke figur populer yang katanya cukup ditakuti di lingkup OPD. Ada pula yang meniupkan narasi lama soal proyek hijau yang katanya tak sesuai cuaca dan kondisi lokal—alias hanya copy-paste dari kota lain.

Fakta menarik lainnya: proyek-proyek taman dan penghijauan dikenal punya daya tarik tersendiri. Modal kecil, hasil besar—secara visual maupun anggaran. Wajar kalau banyak yang ingin masuk dan mengatur ritmenya. Sudah menjadi rahasia umum proyek taman penuh cuan apalagi selama ini ada informasi semua dikerjakan “ordal” alias kontraktor berseragam dengan berbagai modusnya. Belum lagi kini banyak proyek TPS3R (Pengolahan sampah) juga menjadi lahan basah LH.


Penutup: Siapakah yang Akan Bertahan dan Siapa yang Akan Tergeser?

Saat ini, perebutan jabatan di Pemkab Jombang ibarat pertandingan catur yang dimainkan di ruang-ruang tertutup. Setiap langkah dijaga, setiap gerakan dihitung. Ada yang tampil terang-terangan, ada juga yang bermain di balik layar.

BACA JUGA :  Menko Pangan Zulkifli Hasan Hadiri Wisuda UNWAHA Jombang, Dorong 600 Sarjana Berani Hadapi Tantangan Kehidupan

Yang jelas, fase ini menjadi masa krusial bagi para pejabat OPD. Semua berlomba menunjukkan kinerja, loyalitas, dan—yang tak kalah penting—kedekatan. Tapi seperti pepatah lama, “yang dekat belum tentu dipilih, yang bekerja belum tentu dipercaya”.

Masih banyak kursi panas lain yang belum disentuh: mulai dari PUPR, Pertanian, Perkim, hingga Peternakan. Kita simpan dulu untuk edisi berikutnya. Karena yang pasti, drama politik birokrasi di Jombang masih akan berlanjut. Stay tuned.

Narasi dan Editor

Redaksi Headshot Media Jombang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *