Penginapan Gratis Muktamar Ke-35 NU di Jombang Penuh Dipesan, Rombongan PCINU Mesir dan Sudan Ikut Daftar
JOMBANG, Headshotmedia – Gaung pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Kabupaten Jombang, pada 27–31 Agustus 2026, terus menarik perhatian warga NU dari berbagai penjuru. Tidak hanya dari berbagai provinsi di Indonesia, antusiasme juga datang dari luar negeri melalui Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).
Sejumlah rombongan PCINU dari Mesir dan Sudan dipastikan akan hadir sebagai penggembira muktamar. Mereka bahkan telah lebih dahulu melakukan reservasi untuk memanfaatkan fasilitas penginapan gratis yang disediakan panitia penyambutan.
Ketua Panitia Penyambutan Penggembira Muktamar Ke-35 NU, Subagiyo, mengungkapkan bahwa PCINU Mesir mendaftarkan sebanyak 50 orang, sedangkan PCINU Sudan mengirimkan 25 orang untuk mengikuti rangkaian kegiatan Muktamar Ke-35 NU.
Seluruh rombongan tersebut dijadwalkan menginap di kompleks Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Madinah yang berada di Dusun Petengan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, selama pelaksanaan muktamar berlangsung.
Subagiyo menegaskan bahwa fasilitas penginapan tanpa biaya tersebut memang diperuntukkan khusus bagi para pengunjung atau penggembira muktamar. Sementara itu, peserta resmi atau muktamirin telah mendapatkan akomodasi tersendiri yang disiapkan oleh panitia penyelenggara Muktamar Ke-35 NU.
“Penginapan gratis ini khusus untuk pengunjung atau penggembira muktamar, bukan untuk muktamirin atau peserta resmi muktamar. Penginapan peserta sudah disiapkan oleh panitia lokal,” ujar Subagiyo, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, penyediaan penginapan gratis merupakan bentuk partisipasi Yayasan Pendidikan Islam Al-Madinah yang bekerja sama dengan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tambakrejo dalam menyambut jutaan warga NU yang diperkirakan memadati Jombang selama muktamar berlangsung.
Selain rombongan dari Mesir dan Sudan, sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari berbagai daerah juga telah memastikan kehadirannya dengan melakukan pemesanan tempat menginap.
Beberapa di antaranya berasal dari PCNU Sidoarjo, PCNU Temanggung, Jawa Tengah, serta PCNU Pringsewu, Lampung. Masing-masing rombongan tercatat mendaftarkan sekitar 50 orang untuk menginap di lokasi tersebut.
Untuk menampung para tamu, panitia mengalihfungsikan sebanyak 19 ruang kelas di lingkungan YPI Al-Madinah menjadi asrama sementara. Setiap ruangan mampu menampung sekitar 15 hingga 25 orang, sehingga total kapasitas penginapan mencapai sekitar 480 orang.
Lokasi penginapan dipilih karena memiliki akses yang sangat strategis menuju pusat kegiatan Muktamar Ke-35 NU. Dari kompleks penginapan menuju makam pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah, hanya berjarak sekitar 200 meter. Sementara menuju kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi utama penyelenggaraan muktamar hanya sekitar 600 meter.
Menurut Subagiyo, faktor kedekatan lokasi menjadi alasan utama tingginya minat masyarakat untuk memesan penginapan tersebut. Tidak lama setelah informasi dibuka kepada publik, seluruh kamar langsung habis dipesan.
“Hingga saat ini seluruh kapasitas penginapan sudah penuh setelah kami umumkan kepada masyarakat,” katanya.
Data panitia hingga pertengahan Juli 2026 menunjukkan seluruh kuota sebanyak 480 orang telah terisi. Para pendaftar berasal dari tujuh PCNU, satu Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), dua PCINU yakni Mesir dan Sudan, serta satu tim instruktur Gerakan Pemuda Ansor.
Selain itu, terdapat pula rombongan dari PCNU Lebong, Bengkulu, PWNU Sulawesi Tengah, serta sejumlah PCNU di wilayah Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang turut memesan fasilitas penginapan gratis tersebut.
Untuk memastikan kenyamanan para tamu selama menginap, panitia menyiapkan sekitar 70 petugas yang akan berjaga selama 24 jam penuh. Personel dibagi dalam tiga kelompok kerja atau shift, yakni pukul 06.00–14.00 WIB, 14.00–22.00 WIB, dan 22.00–06.00 WIB.
Para petugas akan melayani kebutuhan tamu mulai dari proses kedatangan, penempatan kamar, informasi kegiatan, hingga membantu berbagai kebutuhan selama berada di kawasan Muktamar Ke-35 NU.
Subagiyo menambahkan, sebagian besar rombongan yang telah melakukan reservasi berencana menginap selama lima hari. Durasi tersebut disesuaikan dengan jadwal penyelenggaraan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung mulai 27 hingga 31 Agustus 2026.
Dengan seluruh kapasitas penginapan telah terisi jauh sebelum pelaksanaan acara, tingginya antusiasme warga NU dari dalam maupun luar negeri menjadi indikator besarnya perhatian terhadap forum permusyawaratan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Kehadiran rombongan PCINU dari Mesir dan Sudan juga menunjukkan bahwa gaung Muktamar Ke-35 NU tidak hanya dirasakan di tanah air, tetapi juga oleh diaspora Nahdliyin di berbagai negara.
