Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk, Lebih dari 80 Santri Jadi Korban
Sidoarjo, Headshotmedia.id – Tragedi ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin sore (29/9/2025), menelan banyak korban. Hingga Selasa dini hari (30/9) pukul 01.00 WIB, tercatat lebih dari 80 santri menjadi korban, baik luka ringan, sedang, berat, hingga meninggal dunia.
Korban kini tersebar di sejumlah rumah sakit, yakni RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya. Proses evakuasi masih berlangsung hingga malam dengan melibatkan tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI-Polri, serta para relawan.
Rinciannya
Di RSUD Sidoarjo, terdapat 34 santri yang menjadi korban. Dari jumlah itu, 13 mengalami luka ringan, di antaranya Salman, Felix (Sepanjang), M. Ajam (Gedangan), dan Abdul Wahib Ramadani (Surabaya). Empat santri lainnya mengalami luka berat, termasuk M. Faris (Surabaya) dan Muhaimin (Bangkalan). Sementara 17 korban lain masih dirawat intensif.
Di RSI Siti Hajar, tercatat 45 santri dirawat. Sebanyak 21 orang mengalami luka ringan, sementara 22 lainnya luka sedang, termasuk Saka, Rama, Rizky P, dan Farid. Satu korban, Furqon, masuk kategori luka berat. Sedangkan seorang santri bernama Alvian Ibrahim (11), asal Bangkalan, dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, RS Delta Surya menangani empat santri, yakni Bahrul Ulum, Ahmadi, Nabil, dan M. Nasih. Keempatnya kini masih dalam perawatan intensif.
Dengan demikian, total sementara korban mencapai lebih dari 80 orang. Namun, angka ini berpotensi bertambah karena proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung.
Kronologi dan Tanggapan Pihak Ponpes
Musala berlantai tiga itu ambruk ketika para santri tengah menunaikan salat Ashar. Bangunan tersebut diketahui masih dalam tahap pembangunan selama 9–10 bulan terakhir. Bagian hall di lantai tiga baru saja selesai pengecoran beberapa jam sebelum tragedi terjadi.
KH R. Abdus Salam, Pengasuh Ponpes Al Khoziny, menyebut pihaknya telah menghentikan sementara seluruh kegiatan pesantren pasca tragedi.
“Ini kami anggap sebagai takdir Allah. Kami berharap semua wali santri dan santri bersabar menunggu proses evakuasi. Semoga Allah memberi ganti yang lebih baik dan pahala yang besar bagi para korban,” ujarnya.(*)
Editor : Adm
