Info Daerah

Harga Gabah Masih Tinggi, Petani Kedungmlati Optimistis Lanjut Tanam Padi

Share

JOMBANG – Musim panen padi kedua tahun ini mulai berlangsung di Dusun Ingaskerep, Desa Kedungmlati,Kecamatan Kesamben. Harga gabah yang masih berada di atas Rp 7.000 per kilogram menjadi angin segar bagi para petani di tengah berbagai tantangan budidaya yang mereka hadapi.

Robi, salah satu petani setempat, mengatakan hasil panennya saat ini dibeli dengan harga Rp 7.300 per kilogram langsung dari sawah. Menurutnya, harga tersebut cukup menguntungkan dan mampu membantu meningkatkan pendapatan petani.

Meski harga jual gabah terbilang baik, petani tetap harus mengeluarkan biaya tambahan untuk proses panen menggunakan mesin combine harvester. Untuk lahan seluas sekitar 1.400 meter persegi atau satu banon 100, biaya sewa mesin panen mencapai kurang lebih Rp 300 ribu.

Ia menjelaskan bahwa dalam satu tahun terakhir petani di wilayah Kedungmlati dapat menanam padi hingga tiga kali. Panen yang sedang berlangsung saat ini merupakan panen kedua, dan setelah selesai lahan akan kembali dipersiapkan untuk musim tanam berikutnya.

Kondisi tanaman padi secara umum dinilai cukup baik. Namun, beberapa petak sawah mengalami tanaman rebah atau roboh yang diduga dipengaruhi genangan air maupun faktor teknis lainnya, seperti pemupukan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak banyak memengaruhi nilai jual hasil panen.

Petani lainnya, Sutrisno, menyebut proses panen di wilayah Kedungmlati tidak berlangsung bersamaan. Perbedaan waktu panen dipengaruhi oleh kondisi lahan yang beragam, terutama sawah yang berada di dekat aliran sungai dan kerap terdampak banjir saat musim hujan.

Menurutnya, sejumlah lahan yang berada di kawasan rawan genangan bahkan sudah memasuki masa tanam ketiga, namun tanamannya belum siap dipanen. Sementara itu, sawah yang relatif aman dari banjir kini mulai menghasilkan panen dengan kondisi tanaman yang lebih baik.

BACA JUGA :  300 Kios Kosong di 16 Pasar Jombang Dibuka untuk Umum, Pendaftaran Tanpa Lelang

Para petani juga optimistis dapat kembali menanam padi setelah panen kali ini berakhir. Ketersediaan air dinilai masih cukup untuk mendukung musim tanam berikutnya. Keyakinan tersebut terlihat dari banyaknya petani yang telah mulai menyiapkan persemaian sebagai langkah awal penanaman kembali.

Dengan harga gabah yang tetap tinggi dan dukungan pasokan air yang memadai, petani di Desa Kedungmlati berharap hasil produksi padi tetap stabil sehingga dapat menjaga pendapatan mereka hingga musim panen berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *