Info DaerahPeristiwa

Blanko KTP-el Minim, Dispendukcapil Jombang Diserbu Pemohon

Share

Headshot Media – Antrean panjang terjadi di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jombang menyusul terbatasnya pengiriman blanko KTP elektronik (KTP-el) dari pemerintah pusat. Akibatnya, layanan pencetakan KTP-el kini terpusat di kantor kabupaten dan tidak bisa dilayani di tingkat kecamatan.

Pantauan Headshot Media pada Selasa (1/7), sejak pukul 08.00 WIB, antrean pemohon sudah mengular. Ruang tunggu penuh sesak, sebagian warga bahkan harus berdiri menunggu giliran. Mayoritas pemohon adalah remaja usia 17 tahun yang sedang mengurus perekaman dan pencetakan KTP-el untuk pertama kalinya.

“Dari jam 09.30 saya sudah antre, sekarang sudah jam 11.00 belum juga selesai,” keluh Efika Wulandari, salah satu pemohon asal Ngoro. Ia terpaksa datang ke kantor kabupaten lantaran layanan pencetakan di kecamatan tak lagi tersedia. “Dulu bisa di kecamatan, sekarang semua ke sini. Mestinya dibagi biar tidak menumpuk,” ujarnya.

Tidak hanya loket KTP-el, antrean juga terjadi di layanan lain seperti pengurusan kartu keluarga (KK), kartu identitas anak (KIA), dan dokumen administrasi kependudukan lainnya.

Kepala Dispendukcapil Jombang, Masduqi Zakaria, mengakui antrean meningkat tajam lantaran pencetakan KTP hanya bisa dilakukan di kantor kabupaten. “Setiap hari kami melayani sekitar 500 sampai 600 pencetakan, mulai dari KTP baru, rusak, hilang, hingga perubahan status dan alamat,” terangnya.

Masduqi menjelaskan, jatah blanko dari pemerintah pusat masih sangat terbatas. “Per minggu kami hanya dapat 2.000 keping, itu pun hanya cukup untuk 4 sampai 5 hari pelayanan,” jelasnya.

Terkait dihentikannya layanan pencetakan di kecamatan, ia menyebut hal itu dilakukan agar distribusi blanko tetap terkendali dan pelayanan di tingkat kabupaten tetap berjalan maksimal. “Kalau blanko dibagi ke kecamatan, takutnya malah tidak cukup untuk pelayanan di sini,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tradisi Pedang Pora Iringi Pisah Sambut Kapolres Jombang

Situasi ini dikeluhkan warga karena membuat pelayanan jadi terpusat dan menyulitkan, terutama bagi mereka yang tinggal di kecamatan jauh dari pusat kota.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *