Baru Diperbaiki, Jembatan Diwek Rusak Lagi: Plat Besi Mencuat di Jalur Vital Jombang–Kediri
JOMBANG, Headshot Media – Alih-alih mulus pascaperbaikan, kondisi Jembatan Diwek yang menjadi penghubung jalur provinsi Jombang–Kediri justru kembali dikeluhkan. Sejumlah titik lantai jembatan dilaporkan ambrol di bagian sambungan, bahkan plat besi konstruksi mencuat ke permukaan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan ini menjadi sorotan karena jembatan tersebut belum lama diperbaiki dan dilebarkan di sisi barat. Namun dalam hitungan waktu yang relatif singkat, aspal di atas sambungan kembali terkelupas dan retak. Plat besi yang seharusnya tertutup rapat kini terlihat jelas di permukaan lintasan kendaraan. Salah satu warga sekitar , menuturkan kondisi tersebut sudah terjadi beberapa hari terakhir dan semakin mengkhawatirkan.
“Memang sempat diperbaiki dan dilebarkan. Tapi sekarang di bagian sambungan rusak lagi. Aspalnya terkelupas, jadi plat besinya kelihatan,” ujarnya, Jumat (20/2).
Menurutnya, jika tidak segera ditangani, kerusakan berpotensi melebar mengingat jalur tersebut merupakan akses utama antar kabupaten dengan lalu lintas padat setiap hari. Truk angkutan barang, bus, hingga kendaraan pribadi melintas hampir tanpa jeda.
“Kalau dibiarkan, kerusakan bisa semakin melebar. Jalur ini ramai kendaraan setiap hari,” tegasnya.
Jalur Strategis, Risiko Nyata
Jembatan Diwek bukan sekadar infrastruktur biasa. Posisi strategisnya sebagai penghubung Jombang–Kediri menjadikan titik ini vital bagi mobilitas warga, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi. Kerusakan sekecil apa pun pada struktur lantai jembatan berpotensi menimbulkan dampak besar.
Plat besi yang mencuat tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menyebabkan ban pecah, kendaraan oleng, hingga kecelakaan lalu lintas—terutama bagi pengendara roda dua. Risiko meningkat saat malam hari atau ketika hujan, di mana permukaan jalan yang tidak rata sulit terdeteksi.
Selain itu, warga juga menyoroti kondisi aspal di sisi selatan jembatan yang mulai bergelombang. Jika tidak dilakukan perbaikan menyeluruh, tambal sulam dikhawatirkan hanya menjadi solusi sementara tanpa menyentuh akar persoalan.
“Mudah-mudahan segera ditambal, sekalian aspal di selatan jembatan juga diperbaiki karena sudah bergelombang,” tambah Lukman.
Evaluasi Kualitas Pekerjaan
Munculnya kerusakan tak lama setelah perbaikan memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek. Apakah spesifikasi teknis telah dijalankan sesuai standar? Apakah sambungan konstruksi dirancang untuk menahan beban lalu lintas berat yang setiap hari melintas?
Transparansi dan evaluasi teknis menjadi penting agar persoalan serupa tidak berulang. Infrastruktur jalan dan jembatan di jalur provinsi semestinya dirancang dengan daya tahan tinggi, mengingat fungsinya sebagai urat nadi transportasi regional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana perbaikan maupun evaluasi kondisi struktur jembatan tersebut.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan Jembatan Diwek. Pemerintah daerah dan instansi teknis diharapkan segera turun tangan sebelum kerusakan kecil berubah menjadi ancaman keselamatan yang lebih besar.(*)
Editor : Adm
