Usai MBG Diguncang Polemik, Kini KDMP Dihantui Dugaan Pemotongan Anggaran dan Bangunan Bermasalah
Setelah berbagai persoalan yang menyeret program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari dugaan praktik jual beli titik SPPG hingga indikasi mark-up dalam pengadaan barang dan jasa, perhatian masyarakat kini beralih ke program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Sorotan tersebut muncul setelah adanya laporan terkait pembangunan fasilitas KDMP di Kabupaten Sumenep. Berdasarkan keterangan yang beredar di masyarakat, proyek yang disebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp1,6 miliar itu diduga tidak sepenuhnya diterima oleh kontraktor pelaksana. Informasi yang berkembang menyebutkan dana yang diterima hanya berkisar Rp900 juta.
Tak hanya soal dugaan pemangkasan anggaran, mutu bangunan KDMP juga menjadi perbincangan. Di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, bagian atap teras bangunan Koperasi Desa Merah Putih dilaporkan mengalami kerusakan bahkan sebelum digunakan. Atap tersebut dikabarkan roboh akibat konstruksi rangka besi yang diduga tidak memadai untuk menahan beban bangunan.
Sejumlah pihak menilai dugaan pemotongan anggaran dan kemungkinan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan tersebut perlu ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Investigasi lebih mendalam dinilai penting guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan serta penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
Masyarakat berharap pengawasan terhadap program MBG maupun Koperasi Desa Merah Putih diperkuat agar manfaat yang dituju dapat tercapai tanpa diwarnai berbagai polemik. Selain itu, dana publik yang dialokasikan untuk kepentingan masyarakat diharapkan benar-benar digunakan secara efektif, tepat sasaran, dan bebas dari dugaan penyimpangan.
