Info Daerah

Retakan Tanah 49 Meter Muncul di Wonosalam, Pemkab Jombang Tingkatkan Status Kewaspadaan Longsor

Share

JOMBANG, Headshot Media – Ancaman tanah longsor di kawasan Wonosalam kembali menjadi sorotan serius. Retakan tanah sepanjang 49 meter muncul di area perkebunan Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, dan langsung memicu peningkatan status kewaspadaan pemerintah daerah.

BPBD Jombang bersama Pemkab Jombang kini memperkuat koordinasi dengan BPBD Jawa Timur untuk langkah penanganan dan mitigasi lanjutan agar potensi bencana tidak meluas ke wilayah permukiman.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mengatakan pemantauan intensif diterapkan sejak laporan pertama diterima.
“Pemantauan terus kita lakukan sambil proses asesmen berjalan. Untuk langkah berikutnya, kita segera koordinasi dengan BPBD Jatim agar penanganan lebih terarah,” jelas Wiku.

Retakan Semakin Mengkhawatirkan

Hasil survei lapangan menunjukkan retakan memiliki lebar 9–20 sentimeter dan kedalaman mencapai 130 sentimeter pada sejumlah titik. Lokasinya hanya sekitar 500 meter dari permukiman, memunculkan kekhawatiran baru bagi warga sekitar.

“Kondisi ini cukup membahayakan, apalagi intensitas hujan belakangan meningkat,” terang Wiku.

Aktivitas Warga Dibatasi

BPBD Jombang bersama pemerintah desa dan kecamatan telah memberi imbauan agar masyarakat menghindari area retakan, terutama pada saat hujan lebat.

“Kami minta warga tidak beraktivitas di area tersebut. Risiko longsor masih ada dan tidak bisa diprediksi waktunya,” tegas Wiku.

Koordinasi Lintas Instansi Diperkuat

Selain berkomunikasi dengan Camat Wonosalam dan Kepala Desa Sambirejo, BPBD Jombang juga sudah menjalin koordinasi awal dengan BPBD Provinsi Jawa Timur.
“Koordinasi dengan BPBD Provinsi masih lisan, tapi nanti kami kumpulkan pihak terkait untuk pemetaan lanjutan,” tambahnya.

Warga Semakin Waspada

Sebelumnya, warga Dusun Jumok melaporkan munculnya retakan tanah sepanjang 40 meter pada Kamis (4/12). Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, panjang retakan bertambah menjadi 49 meter. Laporan cepat warga membuat proses penanganan bisa dilakukan sejak dini.

BACA JUGA :  Menko Pangan Zulkifli Hasan Hadiri Wisuda UNWAHA Jombang, Dorong 600 Sarjana Berani Hadapi Tantangan Kehidupan

“Pencegahan dini sudah kami lakukan agar potensi longsor bisa diminimalkan,” pungkas Wiku.

Pemerintah daerah kini menyiapkan langkah lanjutan sambil menunggu asesmen teknis BPBD Jawa Timur, termasuk kemungkinan pemasangan alat monitoring dan penguatan lereng.(*)

Editor : Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *