Geger di Mancilan! Mayat Lansia Ditemukan Membusuk Tiga Hari di Dalam Rumah, Polisi Selidiki Dugaan Kematian Tak Wajar
JOMBANG, Headshot Media — Warga Dusun/Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, digemparkan oleh penemuan mayat seorang wanita lansia yang sudah membusuk di dalam rumahnya sendiri, Kamis (13/11) siang. Korban diketahui bernama Tri Retno Jumilah (60). Polisi menyebut, ada dugaan kuat bahwa kematian korban berlangsung tidak wajar, hingga akhirnya jenazah dibawa untuk dilakukan otopsi.
Penemuan itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, setelah anak dan tetangga mulai curiga karena sudah beberapa hari tidak melihat korban keluar rumah. Lampu rumah korban yang sejak Senin tetap menyala juga menambah kecurigaan warga.
Ketua RT Dusun Mancilan, Anasrulloh, mengatakan anak korban sempat datang pada Senin lalu namun tidak bisa masuk karena rumah terkunci. Ia hanya menggantungkan buah yang dibawanya di pintu depan. Anehnya, hingga Kamis siang, buah tersebut masih tergantung di tempat yang sama.
“Lampu di dalam tetap menyala, rumah tertutup, dan buah yang ditinggalkan anaknya juga tidak diambil. Tetangga semakin curiga,” ujar Anasrulloh.
Situasi makin janggal ketika seorang tetangga mengintip melalui jendela dan melihat banyak lalat beterbangan di dalam rumah, menandakan adanya sesuatu yang tidak beres. Mereka kemudian berinisiatif menghubungi anak korban yang tinggal di desa lain.
Sesampainya di lokasi, anak korban berusaha masuk secara paksa dengan naik ke genteng. Saat berhasil masuk, ia mendapati ibunya sudah dalam kondisi tidak bernyawa di kamar tidur.
“Anaknya masuk lewat genteng. Setelah melihat kondisi ibunya sudah meninggal, langsung melapor ke perangkat desa dan polisi,” jelas Anasrulloh.
Korban ditemukan telungkup di kasur lantai, tertutup selimut dan bantal. Kondisinya sudah menghitam, membusuk, serta dipenuhi belatung. Saat kejadian, korban berada di rumah seorang diri. Padahal, ia biasanya tinggal bersama suami sambungnya, yang menurut warga tidak berada di rumah sejak beberapa hari terakhir.
Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyebut kondisi jenazah yang sudah rusak membuat polisi belum dapat memastikan ada tidaknya tanda-tanda kekerasan.
“Kondisi sudah membusuk berat, sehingga butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kematian,” ujarnya.
Atas permintaan keluarga, jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Jombang untuk dilakukan otopsi. Polisi menegaskan langkah ini penting karena terdapat indikasi bahwa korban meninggal secara tidak wajar.
“Keluarga meminta otopsi dan kami juga perlu memastikan penyebab kematiannya. Semua masih dalam penyelidikan,” imbuh Kapolsek.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menggali keterangan sejumlah saksi, termasuk keberadaan suami sambung korban yang disebut tidak diketahui sejak beberapa hari terakhir. Warga berharap penyelidikan dapat mengungkap penyebab pasti kematian Tri Retno dan menjawab pertanyaan besar di balik peristiwa menggegerkan ini.(*)
Editor : Adm
