Harga Gabah Naik, Petani Jombang Kian Bergairah: Banyak yang Nekat Tanam Padi Tiga Kali Setahun
Jombang, Headshot Media –
Kebijakan pemerintah yang menetapkan harga pokok pembelian (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram tampaknya berhasil memantik semangat petani di Kabupaten Jombang. Tak ingin kehilangan momentum, banyak petani kini memanfaatkan kondisi cuaca yang masih bersahabat untuk menanam padi hingga tiga kali dalam setahun.
Pantauan Headshot di Desa Ngrandulor, Kecamatan Peterongan, memperlihatkan hamparan sawah yang baru saja selesai panen kini kembali diolah. Sebagian petani bahkan sudah mulai menanam padi lagi meski musim kemarau belum benar-benar berakhir.
Heri (52), salah satu petani di desa tersebut, mengaku mencoba mengubah pola tanam yang selama ini hanya dua kali padi dan satu kali palawija. Tahun ini, ia menargetkan bisa menanam padi tiga kali berturut-turut.
“Biasanya dua kali padi, sekali palawija. Tapi sekarang bisa tanam padi lagi karena air irigasi masih lancar, dan hujan juga kadang masih turun,” ujarnya kepada Headshot Media.
Heri berharap kondisi cuaca tetap mendukung hingga masa panen nanti. “Yang penting airnya cukup. Sekarang pengairan lancar dan cuacanya cocok. Mudah-mudahan hasilnya bagus,” imbuhnya.
Ia juga menyebut, hasil panen sebelumnya cukup menggembirakan dengan harga gabah mencapai Rp 7.100 per kilogram. Karena itu, setelah panen pertengahan September lalu, ia langsung menyiapkan persemaian bibit padi baru tanpa jeda waktu lama.
“Setelah panen langsung olah lahan lagi. Tidak menanam palawija seperti biasanya, tapi langsung padi. Sekarang sudah mulai tanam,” kata Heri.
Disperta Dorong Program Oplah dan Tanam Tiga Kali Setahun
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, Ir. Much Rony, membenarkan bahwa saat ini sebagian petani di wilayah Jombang sudah mulai masuk Musim Tanam III (MT III). Fenomena ini, kata dia, tak lepas dari pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang tengah digalakkan pemerintah.
“Sekarang memang sudah masuk tanam MT III karena ada program Oplah. Syaratnya memang harus tanam tiga kali dalam setahun,” jelas Rony.
Program ini bertujuan meningkatkan indeks pertanaman dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun, sekaligus mendukung target nasional luas tanam padi. Di Jombang, target tersebut mencapai 81.251 hektare hingga akhir Desember 2025.
Menurut Rony, program Oplah menyasar 20 kecamatan di Jombang, dengan total target lahan sekitar 3.311 hektare. Hanya Kecamatan Wonosalam yang tidak terlibat karena kondisi geografisnya lebih cocok untuk hortikultura.
“Program ini disertai intervensi anggaran dari pemerintah. Petani mendapatkan bantuan pompa air dan biaya pengolahan lahan. Jadi tidak hanya mengandalkan swadaya,” terang Rony.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang masih mendukung serta pasokan air irigasi yang cukup membuat pihaknya optimistis target tanam akan tercapai.
“Cuaca masih bersahabat, air cukup, dan petani semangat karena harga gabah juga bagus. Jadi kami yakin Oplah bisa sukses tahun ini,” pungkasnya.
Reporter: [Khoirunnisa]
Editor: Tim Redaksi Headshot Media
