Gus Irfan Yusuf, Cucu Pendiri NU yang Resmi Jadi Menteri Haji dan Umrah Pertama RI
Jakarta – Sejarah baru dalam pengelolaan ibadah haji dan umrah di Indonesia resmi dimulai. Presiden Prabowo Subianto telah melantik Dr. Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, sebagai Menteri Haji dan Umrah pertama di Tanah Air. Sosok ini bukan hanya dikenal di dunia pesantren, tapi juga memiliki pengalaman luas di bidang pendidikan, organisasi keumatan, dan politik nasional.
Lahir dari Keluarga Besar Pesantren
Gus Irfan lahir di Jombang, Jawa Timur, dari keluarga ulama besar. Ia adalah cucu dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), dan putra dari KH Yusuf Hasyim, pengasuh Pesantren Tebuireng yang juga tokoh penting dalam sejarah pendidikan pesantren di Indonesia.
Kedekatannya dengan lingkungan pesantren membentuk karakter dan visi kepemimpinannya. Tak heran, Gus Irfan juga dikenal sebagai keponakan dari Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang turut mewariskan semangat moderasi dan kebangsaan.
Rekam Jejak Pendidikan dan Akademik
Pendidikan formal Gus Irfan dimulai dari SMPP Jombang (kini SMAN 2 Jombang), berlanjut ke Universitas Brawijaya Malang, tempat ia menyelesaikan studi sarjana dan magisternya. Komitmennya pada dunia pendidikan berlanjut hingga tingkat doktoral di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan fokus di bidang Manajemen Pendidikan Islam, yang ia rampungkan pada Februari 2025.
Selain sebagai akademisi, Gus Irfan juga pernah mengajar di AKPER Widyagama Malang, serta aktif membina sejumlah lembaga pendidikan yang terafiliasi dengan pesantren.
Perjalanan Panjang di Dunia Pesantren dan Organisasi
Sejak muda, Gus Irfan sudah terlibat dalam pengelolaan pesantren. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng (1989–2006), dan menjadi Komisaris Utama PT BPR Tebuireng selama dua dekade (1996–2016). Kini, ia mengasuh Pesantren Al-Farros dan menjabat sebagai pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Jawa Timur periode 2024–2027.
Dalam struktur NU, Gus Irfan juga pernah menduduki posisi penting sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU), menegaskan perannya dalam pengembangan ekonomi umat.
Langkah Politik dan Amanah di Tingkat Nasional
Gus Irfan mulai aktif di panggung politik nasional sejak menjadi juru bicara pasangan Prabowo–Sandiaga pada Pilpres 2019. Pada Pemilu 2024, ia sukses meraih 77 ribu suara dan melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI dari Partai Gerindra, mewakili daerah pemilihan Jawa Timur VIII.
Namun, pengabdiannya di parlemen harus terhenti lebih awal setelah ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji dan Umrah (BP Haji) pada 22 Oktober 2024.
Transformasi besar terjadi ketika DPR mengesahkan revisi UU Nomor 8 Tahun 2019. BP Haji resmi diubah menjadi Kementerian Haji dan Umrah, menjadikan Indonesia salah satu negara dengan kementerian khusus untuk pengelolaan ibadah haji dan umrah.
Amanah Baru sebagai Menteri Haji dan Umrah
Langkah Gus Irfan menahkodai kementerian baru ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, menyatakan bahwa Gus Irfan adalah sosok paling tepat untuk memimpin kementerian tersebut, berdasarkan rekam jejak dan pengalamannya.
“Tentu nanti Gus Irfan ya, tidak lagi Kepala Badan, menjadi Menteri Haji,” ujar Marwan.
Pernyataan ini diperkuat oleh sinyal dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang menyebut pelantikan Gus Irfan sebagai Menteri tinggal menunggu waktu.
Dengan latar belakang religius yang kuat, wawasan akademik, serta pengalaman lintas sektor, Gus Irfan dipercaya mampu membawa transformasi besar dalam pengelolaan haji dan umrah di Indonesia—lebih terfokus, transparan, dan profesional.(*)
Editor : Adm
