Info Daerah

Sekolah Rakyat Jombang Mulai Berjalan, Tapi SDM Pendukung Masih Belum Lengkap

Share

JOMBANG – Sekolah Rakyat di Jombang yang berlokasi di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung telah resmi berjalan sejak 14 Juli lalu. Sebanyak 100 siswa jenjang SMP dan SMA kini sudah tinggal di asrama. Namun, operasional sekolah ini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait sumber daya manusia (SDM) pendukung seperti juru masak, petugas keamanan, dan tenaga kebersihan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, menjelaskan bahwa hingga kini kebutuhan konsumsi siswa masih ditangani oleh layanan katering. “Sudah ada satu juru masak yang ditunjuk dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), tapi karena peralatan memasak belum tersedia, untuk sementara kita masih mengandalkan katering hingga akhir Juli,” terang Hari, Selasa (22/7).

Ia menambahkan, proses rekrutmen tenaga keamanan dan kebersihan masih dalam tahap pengurusan di Kementerian Sosial (Kemensos). “Seluruh perekrutan ini menjadi wewenang Kemensos. Kami di daerah hanya menunggu keputusan dari pusat,” imbuhnya.

Juru masak yang telah ditunjuk saat ini merupakan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dari Kemensos. Namun, soal kebutuhan jumlah personel juru masak secara ideal, Hari mengaku belum bisa memastikan. “Nanti akan disesuaikan dengan jumlah siswa dan tenaga pendidik. Harapannya, mulai Agustus nanti semua kebutuhan, termasuk peralatan masak, bisa segera terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Jombang, Andik Minarto, juga mengakui bahwa hingga hari kelima sejak pembukaan, kebutuhan makan siswa masih ditopang oleh katering. “Sudah ada satu juru masak, tapi untuk kebutuhan ke depannya masih menunggu kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN),” ungkapnya, Kamis (18/7).

Meski belum sepenuhnya lengkap dari sisi pendukung operasional, Andik memastikan bahwa aktivitas di asrama berjalan cukup lancar. “Alhamdulillah, sejauh ini berjalan baik. Siswa yang masih dalam proses adaptasi juga terus didampingi wali asuh,” pungkasnya.

BACA JUGA :  300 Kios Kosong di 16 Pasar Jombang Dibuka untuk Umum, Pendaftaran Tanpa Lelang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *