Info Daerah

Resmi! Sekolah Rakyat Jombang Akan Dibangun di Desa Tunggorono

Share

Headshot Media – Setelah melalui proses panjang dan berbagai tahapan verifikasi, Pemerintah Kabupaten Jombang akhirnya menetapkan Desa Tunggorono sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Jombang, Agus Purnomo, pada Rabu (9/5).

Penetapan ini dilakukan setelah mempertimbangkan tiga lokasi alternatif, yakni lahan milik Pemkab di Desa Denanyar, gedung milik Pemprov di PSBR Sengon, serta area terminal barang di Desa Tunggorono. Namun, hasil verifikasi dari Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR menegaskan bahwa lokasi yang dipilih harus memiliki luas minimal 5 hektare.

“Awalnya Denanyar jadi pilihan utama, tapi hanya 3,7 hektare. Akhirnya yang lolos kriteria adalah lahan terminal barang di Tunggorono karena luasnya 5,1 hektare,” terang Agus.

Dengan ini, lokasi pembangunan Sekolah Rakyat secara resmi ditetapkan di Jalan Prof. Nurcholis Majid, Desa Tunggorono. Terminal barang yang sebelumnya ada di lokasi tersebut direncanakan akan direlokasi ke Kecamatan Perak. Proyek pembangunan ditargetkan dimulai tahun ini dan rampung pada akhir tahun.

Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu. Jombang menjadi daerah ke-65 yang ikut serta dalam tahap pertama program ini. Proyek ini dibiayai oleh APBN dengan anggaran sekitar Rp 200 miliar.

Sambil menunggu gedung selesai dibangun, kegiatan belajar mengajar sementara akan dilakukan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung. Proses penerimaan siswa baru pun sudah dimulai, dengan kuota dua rombel untuk tingkat SMP dan dua rombel untuk SMA.

“Penerimaan siswa terbuka untuk seluruh wilayah Jombang, tidak dibatasi per kecamatan. Namun, syarat utamanya adalah calon siswa harus terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” jelas Agus.

BACA JUGA :  Tradisi Pedang Pora Iringi Pisah Sambut Kapolres Jombang

Sementara itu, terkait lahan di Denanyar yang batal digunakan, Agus menyebut belum ada rencana pemanfaatan lebih lanjut. “Pernah ada wacana untuk pasar, tapi karena keterbatasan anggaran, masih belum bisa direalisasikan,” tutupnya.

Dengan lokasi yang sudah ditetapkan dan proses penerimaan siswa yang berjalan, harapannya pembangunan Sekolah Rakyat di Jombang bisa memberikan dampak positif dan membuka peluang pendidikan lebih luas bagi masyarakat. (yud/ear)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *