Info DaerahPeristiwa

Aksi Begal Siang Bolong Gegerkan Jombang, Remaja Jadi Korban dan Motor Dibawa Kabur

Share

Headshot Media – Aksi kejahatan jalanan kembali menghantui warga Jombang. Kali ini, tiga remaja asal Desa Mojongapit menjadi korban begal saat melintas di kawasan underpass Tol Jombang-Mojokerto, tepatnya di Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang. Ironisnya, kejadian itu berlangsung di siang hari bolong, saat matahari sedang terik dan lalu lintas masih cukup aktif.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (29/5/2025) sekitar pukul 13.30 WIB itu tak hanya mengakibatkan hilangnya satu unit sepeda motor Honda PCX berwarna abu-abu dengan nomor polisi S 3561 OCZ, tetapi juga dua unit ponsel milik korban dan rekannya. Lebih dari itu, dua dari tiga remaja tersebut mengalami penganiayaan saat mencoba mempertahankan kendaraannya.

Modus Pura-Pura Tersesat, Pelaku Kelabui Korban

Korban utama, A (16), menceritakan kronologi kejadian. Siang itu, ia bersama dua rekannya, F dan N, sedang berkendara santai dari wilayah Mojongapit menuju Desa Kedunglosari. Mereka berangkat bersama rombongan teman lain yang menggunakan sepeda ontel.

Saat tiba di underpass Dusun Juwet, Desa Kedunglosari, A dihampiri dua pria tak dikenal yang mengendarai motor matic. Keduanya berpura-pura kebingungan dan menanyakan alamat.

“Mereka tanya jalan, saya jawab, terus saya disuruh nganterin,” ujar A kepada Headshot Media.

Merasa tak curiga, A pun mengikuti permintaan pelaku. Namun, ia tidak sadar bahwa saat itu dirinya telah berhasil dipisahkan dari rombongan besar teman-temannya. Setelah diajak berputar-putar, A dan motornya dibawa menuju underpass Desa Tampingmojo. Di situlah eksekusi perampasan terjadi.

“Saya tiba-tiba ditendang sampai jatuh, setelah itu motor saya direbut,” jelasnya.

Rekan A yang lain, F, sempat mencoba melarikan diri sambil membawa remote motor. Namun usahanya digagalkan oleh salah satu pelaku yang mengejarnya.

“Teman saya dikejar, dipukuli juga, lalu remotnya diambil paksa. Setelah itu pelaku langsung kabur bawa motor ke arah utara,” imbuh A.

BACA JUGA :  Tradisi Pedang Pora Iringi Pisah Sambut Kapolres Jombang

Tak Hanya Motor, Dua HP Juga Raib

Tak hanya kehilangan motor, dua unit telepon genggam yang disimpan di dashboard motor juga ikut raib. Barang-barang itu merupakan milik A dan F.

Akibat kejadian tersebut, A mengalami luka lecet di bagian tangan akibat terjatuh. Sementara F menderita memar karena sempat dipukuli saat berusaha mempertahankan remote motor dari tangan pelaku.

Keluarga Korban Minta Polisi Bergerak Cepat

Zulaikhah (54), ibu kandung A, mengaku sangat terpukul atas kejadian yang menimpa anaknya. Ia mengatakan bahwa aksi begal siang hari ini sangat meresahkan dan bisa terjadi kepada siapa saja.

“Anak saya trauma dan juga luka-luka. Kami sudah lapor ke polisi, dan semoga pelakunya segera ditangkap,” ungkapnya.

Zulaikhah juga menyebut bahwa pihak keluarga telah mengantongi rekaman CCTV yang merekam ciri-ciri pelaku.

“Sudah kami laporkan ke Polres Jombang hari Jumat (30/5). Kami percaya polisi akan bertindak,” tambahnya.

Polisi: Masih dalam Penyelidikan

Menanggapi laporan tersebut, Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra, membenarkan bahwa kasus begal ini sedang dalam proses penyelidikan.

“Benar, laporan sudah kami terima. Saat ini tim masih mendalami keterangan korban dan mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi,” ujar Margono kepada Headshot Media.

Pihaknya juga meminta masyarakat tetap waspada dan menghindari jalur-jalur sepi, terutama jika berkendara sendirian atau dalam rombongan kecil.

Titik Rawan, Tapi Masih Longgar Pengawasan

Underpass Tol Jombang-Mojokerto, yang menjadi lokasi kejadian, memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kejahatan jalanan. Jalur ini minim penerangan dan sering kali sepi pada siang hari, terutama di hari kerja.

Meski begitu, hingga kini belum ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk menambah patroli atau pengawasan di lokasi tersebut. Warga sekitar pun berharap ada respons cepat dari aparat keamanan, mengingat aksi kriminal semacam ini kian nekat dan tidak mengenal waktu.

BACA JUGA :  300 Kios Kosong di 16 Pasar Jombang Dibuka untuk Umum, Pendaftaran Tanpa Lelang

Redaksi Headshot Media akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru seputar penyelidikan aparat. Jika Anda memiliki informasi tambahan atau pernah mengalami kejadian serupa, silakan hubungi redaksi kami melalui email atau kanal pengaduan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *