Plafon Puskesmas Perak Ambrol, Bupati Jombang Gerak Cepat Tinjau dan Instruksikan Perbaikan Total

Bupati Warsubi Mengunjungi Puskesmas Perak (ft. Ist)
Headshot Media Jombang – Bupati Jombang Warsubi menunjukkan langkah tegas dan cepat dalam menanggapi insiden ambrolnya plafon di ruang rawat inap Puskesmas Perak. Peristiwa yang terjadi belum lama ini memicu kekhawatiran publik, terutama terkait keselamatan dan kelancaran layanan kesehatan bagi masyarakat.
Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Warsubi langsung turun ke lokasi pada Selasa (13/5) malam. Dalam kunjungannya, ia didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, Kepala Dinas Kesehatan Jombang dr. Hexawan Tjahja Widada, serta sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Puskesmas Perak sendiri diketahui baru saja rampung direhabilitasi pada tahun 2023 lalu, dengan anggaran mencapai Rp 4,2 miliar. Namun, insiden ambrolnya plafon menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas pembangunan dan pengawasan proyek tersebut.
Dalam tinjauannya, Bupati Warsubi secara langsung memeriksa kondisi fisik bangunan, terutama bagian atap dan plafon di sejumlah ruangan. Ia menyoroti adanya kelembaban dan jamur pada beberapa titik plafon, yang diduga kuat disebabkan oleh kebocoran di bagian atap.
“Saya minta dicek tuntas, bagian mana yang bocor harus segera diperbaiki. Jangan sampai pelayanan kesehatan terganggu gara-gara bangunan yang rusak,” tegas Bupati Warsubi saat berdialog dengan tim teknis dan petugas puskesmas.
Langkah cepat pemerintah daerah tidak berhenti pada kunjungan semata. Berdasarkan pantauan di lapangan, plafon yang sebelumnya ambrol kini telah diperbaiki, dan ruang rawat inap kembali dapat digunakan untuk melayani pasien. Bupati juga meminta agar perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan bukan sekadar tambal sulam, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Insiden ini turut memicu reaksi dari kalangan aktivis dan masyarakat sipil. Mereka mendesak agar Pemkab Jombang melakukan audit menyeluruh terhadap proyek rehabilitasi Puskesmas Perak. Selain untuk memastikan transparansi anggaran, audit ini dinilai penting guna menindak tegas jika ditemukan kelalaian dari pihak pelaksana maupun pengawas proyek.
“Anggaran besar harus berbanding lurus dengan kualitas bangunan. Kami mendorong pemerintah untuk tidak main-main dalam hal infrastruktur layanan publik,” ungkap salah satu aktivis saat ditemui di lokasi.
Merespons tuntutan tersebut, Bupati Warsubi menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan. Ia tidak menutup kemungkinan mengambil langkah hukum jika ditemukan unsur kelalaian yang menyebabkan kerusakan pada bangunan fasilitas kesehatan tersebut.
“Ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Tidak boleh ada kompromi jika ada unsur kesalahan,” tegasnya.
Pemkab Jombang juga menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum untuk memperketat pengawasan terhadap proyek pembangunan dan rehabilitasi fasilitas publik di masa mendatang, termasuk memastikan uji kelayakan dan pemeliharaan rutin berjalan sesuai standar.
Dengan penanganan cepat dan komitmen kuat dari pemerintah daerah, diharapkan pelayanan di Puskesmas Perak dapat kembali optimal, serta kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan publik tetap terjaga. (ear)
