SKB Mojoagung Siap Jadi Lokasi Sementara Sekolah Rakyat, Pemkab Jombang Matangkan Persiapan
Headshot Media Jombang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus mematangkan rencana penggunaan gedung milik Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung sebagai tempat sementara pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025–2026.
Dari pantauan di lokasi, terdapat tiga ruang utama yang akan dimanfaatkan, yaitu ruang praktik tata busana, tata boga, serta beberapa ruang kelas. Secara umum, kondisi gedung yang dibangun dalam kurun waktu 2019–2022 ini dinilai cukup layak dan aman, meski tetap diperlukan sejumlah penyesuaian sarana dan prasarana.
“Kami sangat mendukung program ini karena merupakan bagian dari kebijakan nasional. Untuk itu, kami telah menyiapkan ruangan yang bisa digunakan, termasuk dapur praktik dan ruang kelas lainnya,” ujar Kepala SKB Mojoagung, Thohari.
Thohari mengungkapkan, pihak Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum sempat melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut mengenai desain tata ruang dari Dinas Sosial dan Kementerian Sosial.
Total ada tujuh ruang kelas yang disiapkan untuk pelaksanaan KBM Sekolah Rakyat. Namun karena konsep Sekolah Rakyat berbasis boarding school seperti pesantren, diperlukan tambahan sarpras seperti ruang asrama, ruang guru, dapur umum, ruang makan, serta fasilitas MCK.
“Kamar mandi yang ada sekarang hanya empat. Kalau digunakan untuk boarding school, tentu harus ditambah agar tidak terjadi antrean panjang,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan kondisi fisik bangunan aman dan representatif, bahkan saat musim hujan sekalipun. “Hanya perlu sedikit penyesuaian sesuai kebutuhan sekolah rakyat nanti,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pemkab Jombang telah mengawali proses seleksi calon siswa Sekolah Rakyat untuk jenjang SMP dan SMA, dengan total sementara sebanyak 60 siswa. Proses seleksi ini melibatkan camat, kepala desa, hingga perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Sementara itu, seleksi untuk jenjang SD masih berlangsung dan kuotanya belum terpenuhi. Bupati Jombang, Warsubi, menyampaikan bahwa pendaftaran masih dibuka, tergantung minat masyarakat.
“Kalau memang masyarakat ingin menyekolahkan anak-anaknya di Sekolah Rakyat, maka kami siap membuka rombel untuk jenjang SD,” pungkasnya. (ear)
