Info DaerahUncategorized

Tanggul Ambrol di Jombang Tak Kunjung Diperbaiki, Dinas PUPR: Masih Belum Mendesak

Share

Headshot Media – Sudah lebih dari sebulan berlalu sejak tanggul Kali Kabuh di Dusun Blole Barat, Desa Pandanblole, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, ambrol dan menyebabkan banjir di permukiman warga. Namun hingga kini, belum ada upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah. Warga yang terdampak pun mulai mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menangani infrastruktur vital seperti tanggul sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayupancoroadi, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Sultoni, menjelaskan bahwa kerusakan tanggul tersebut belum termasuk dalam kategori darurat. Menurutnya, bagian yang tergerus bukanlah struktur utama tanggul, melainkan bagian bawahnya, sehingga belum dianggap mendesak untuk segera ditangani.

“Dari sisi urgensi, kerusakan ini masih belum parah karena yang tergerus itu bagian bawah, bukan tanggul utamanya. Jadi, secara teknis, tidak terlalu mengancam saat ini,” ujar Sultoni saat dikonfirmasi pada Senin (8/4).

Namun, bagi warga Desa Pandanblole, situasinya terasa berbeda. Ambrolnya tanggul tersebut pada Selasa malam (25/2) telah menyebabkan air sungai meluap ke permukiman. Lima rumah di belakang balai desa dilaporkan terdampak banjir, begitu juga dengan akses jalan desa dan lahan pertanian yang tergenang. Kepala Desa Pandanblole, Suwaji, menyebutkan bahwa kejadian itu terjadi saat debit air sungai meningkat akibat hujan deras.

“Air sungainya naik dan langsung meluber. Warga panik karena air cepat sekali masuk ke rumah,” kata Suwaji pada Rabu (26/2).

Sayangnya, harapan warga akan penanganan cepat harus pupus. Dinas PUPR menyatakan bahwa saat ini mereka tengah memfokuskan sumber daya pada proyek normalisasi saluran pembuangan atau afvoer di Jasem, Kecamatan Diwek. Proyek tersebut mencakup pengerukan sepanjang 26 kilometer dan membutuhkan waktu serta alat berat yang tidak sedikit.

BACA JUGA :  300 Kios Kosong di 16 Pasar Jombang Dibuka untuk Umum, Pendaftaran Tanpa Lelang

“Kami sedang kerjakan normalisasi afvoer Jasem, dan itu jadi prioritas sekarang. Karena alat berat kami terbatas, maka permintaan dari desa lain, termasuk dari Pandanblole, kami tahan dulu,” ujar Sultoni.

Ia juga menambahkan bahwa sejumlah desa sebenarnya telah mengajukan permintaan bantuan alat berat untuk menangani persoalan serupa, namun semuanya harus antre karena keterbatasan peralatan dan tenaga.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru, terutama mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah Jombang. Tanpa perbaikan segera, ada risiko kerusakan tanggul semakin parah dan mengancam keselamatan warga di sekitarnya. Terlebih, jika bagian bawah tanggul terus terkikis aliran air, bukan tidak mungkin tanggul utama bisa runtuh sewaktu-waktu.

Warga berharap pemerintah tidak hanya berpatokan pada urgensi teknis, tapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dari lambatnya penanganan. Apalagi, lahan pertanian yang terdampak banjir merupakan sumber penghidupan utama sebagian besar warga Desa Pandanblole. (ear/kas)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *