Info Daerah

Bulog Pastikan Penyerapan Gabah Petani di Jombang Masih Optimal, Petani Tetap Dapat Harga Rp 6.500 per Kilo

Share

Headshot Media JOMBANG – Perum Bulog Cabang Mojokerto memastikan bahwa proses penyerapan gabah petani di Kabupaten Jombang masih berjalan secara optimal. Penyerapan dilakukan setiap hari dengan volume mencapai 500 ton, berkat kerja sama dengan para mitra yang tersebar di wilayah tersebut.

Kepala Cabang Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menjelaskan bahwa pihaknya terus bergerak aktif menyerap gabah petani, bahkan hingga malam hari jika diperlukan. “Sampai hari ini, kami tetap menyerap gabah petani Jombang. Setiap hari kami bisa menyerap hingga 500 ton gabah bekerja sama dengan 10 mitra yang ada,” ungkapnya.

Para mitra tersebut memiliki peran penting dalam membantu proses pengeringan dan penggilingan gabah kering panen (GKP) agar bisa segera diolah menjadi beras yang layak disimpan dan disalurkan. “Kami sudah mulai penyerapan sejak sebelum Ramadan hingga sekarang tanpa henti, bahkan ada tim yang berada langsung di sawah sampai malam,” tambah Husin.

Bulog juga memastikan bahwa kapasitas gudang penyimpanan beras dari hasil serapan masih sangat mencukupi. Dari target total 47.300 ton gabah untuk wilayah Mojokerto Raya, saat ini masih kurang sekitar 29.000 ton. “Sekitar 65 persen dari serapan kami saat ini berasal dari wilayah Jombang. Dan kami pastikan ketersediaan gudang masih aman dan cukup,” jelasnya.

Petani yang menjual gabahnya ke Bulog juga dijamin mendapatkan harga sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp 6.500 per kilogram. Husin pun mengingatkan pentingnya menjaga kualitas hasil panen agar bisa tetap diterima oleh Bulog.

“Awalnya kami masih bisa menerima gabah dalam kondisi basah. Tapi setelah dilakukan evaluasi, kami tidak bisa menerima gabah yang sudah rusak, menghitam, atau mulai tumbuh (berkecambah),” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemkab Jombang Tingkatkan Jalan Kemuning Senilai Rp1,16 Miliar, Pengecoran dan Pengaspalan Dikebut

Gabah yang diserap Bulog akan diolah menjadi beras untuk kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat melalui program bantuan sosial dan kebutuhan lainnya. Karena itu, kualitas gabah sangat menentukan kualitas beras yang akan dibagikan. “Kalau gabahnya bagus, berasnya juga bagus, sehingga saat diberikan ke masyarakat, kualitasnya tetap terjaga,” terang Husin.

Ia juga mengajak para petani untuk memanfaatkan momentum panen raya ini dengan baik. Petani bisa berkoordinasi melalui Babinsa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), atau kelompok tani masing-masing apabila ingin menjual gabah mereka ke Bulog.

“Silakan koordinasi dengan Babinsa, PPL, atau kelompok tani. Nanti kami yang datang ke lokasi. Bulog tetap siap menampung gabah petani,” tegasnya.

Tak hanya itu, bagi petani yang gabahnya belum sempat diserap langsung oleh Bulog, masih ada opsi lain agar tetap bisa mendapatkan harga baik. “Gabah bisa dikeringkan dan digiling terlebih dahulu menjadi beras, nanti kami juga siap menyerap beras dari petani,” pungkas Husin. (sum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *