Info DaerahPeristiwa

Tragedi Pembakaran Daun Tebu di Kediri, Dua Warga Tewas Terbakar

Share

Kediri,  Sebuah peristiwa tragis terjadi di Desa Blawe, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Jumat pagi (1/8). Dua warga setempat, Murtaji (65) dan Poniman (70), ditemukan meninggal dunia akibat terbakar saat sedang membersihkan sisa daun tebu di lahan milik seorang petani. Kejadian ini terjadi setelah api yang awalnya dipicu oleh pembakaran sisa daun tebu menyebar dengan cepat karena cuaca panas dan angin kencang.

Kronologi Insiden

Menurut Kapolsek Purwoasri Iptu Rudi Hartono, peristiwa bermula saat Murtaji dan Poniman bersama rekannya, Suwaji, sedang membersihkan lahan tebu milik Budianto di Desa Blawe. Sekitar pukul 10.00 WIB, Budianto sempat datang mengantarkan makanan kepada ketiga pria tersebut dan meminta mereka untuk berhenti bekerja pada pukul 11.00 WIB. Pekerjaan tersebut dijadwalkan untuk dilanjutkan pada keesokan harinya.

Namun, sekitar pukul 11.30 WIB, saat ketiganya bersiap untuk pulang, Poniman memutuskan untuk membakar sisa daun tebu di sisi utara lahan dengan alasan bahwa sisa daun tersebut sudah sedikit dan mudah untuk dibakar. Tanpa disadari, angin yang bertiup kencang pada saat itu menyebabkan api cepat merembet ke area lain di sekitar kebun.

Api Menyebar Cepat

Saat kobaran api semakin membesar, Suwaji berusaha memisahkan api agar tidak meluas ke kebun tebu milik warga lain. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WIB, setelah upaya pemadaman dilakukan dengan bantuan warga setempat. Namun, setelah api berhasil dikendalikan, Suwaji menyadari bahwa dua rekannya, Murtaji dan Poniman, telah menghilang.

Khawatir akan keselamatan mereka, Suwaji pun mencari kedua korban hingga ke rumah masing-masing. Namun, setelah tidak menemukan keduanya, ia kembali ke sawah dan meminta bantuan warga untuk melanjutkan pencarian. Tak lama kemudian, jasad Murtaji dan Poniman ditemukan tergeletak tak bernyawa di tengah sawah, diduga karena kehabisan oksigen akibat terpapar asap kebakaran dalam waktu yang cukup lama.

BACA JUGA :  Pemkab Jombang Tingkatkan Jalan Kemuning Senilai Rp1,16 Miliar, Pengecoran dan Pengaspalan Dikebut

Pemeriksaan dan Dugaan Penyebab Kematian

Pihak kepolisian dan tim medis setempat segera melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Kedua korban diduga pingsan terlebih dahulu akibat kehabisan oksigen akibat asap tebal dari kebakaran, sebelum akhirnya meninggal dunia dengan luka bakar yang parah.

Kapolsek Purwoasri, Iptu Rudi Hartono, menegaskan bahwa kejadian ini murni kecelakaan yang terjadi karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. “Kondisi angin yang kencang dan cuaca yang panas membuat api cepat menyebar. Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan pembakaran terbuka, terutama di musim kemarau,” ujar Rudi.

Imbauan kepada Masyarakat

Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di area pertanian. Polisi juga menghimbau agar setiap kegiatan pembakaran sisa tanaman atau daun dilakukan dengan hati-hati, memperhatikan arah angin, dan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Kedua korban, Murtaji dan Poniman, kini telah dimakamkan di kampung halamannya. Keluarga dan warga setempat merasa kehilangan atas peristiwa tragis ini. Pemerintah setempat berjanji akan terus memberikan edukasi dan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran serupa di masa depan.

Penutupan

Kebakaran yang berawal dari pembakaran daun tebu ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan terhadap kebakaran yang dapat terjadi kapan saja, terutama di musim panas yang rentan terhadap penyebaran api. Semoga kejadian ini dapat menjadi pembelajaran untuk lebih berhati-hati dalam setiap kegiatan yang melibatkan api.(*)

Editor : adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *