Info Daerah

RSUD Jombang Perkuat Layanan dan Strategi Percepatan Eliminasi TBC, Fokus pada Kepatuhan Pasien

Share

JOMBANG – Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Jombang Perkuat Layanan dan Strategi Percepatan Eliminasi TBC, Fokus pada Kepatuhan Pasienmbang terus meningkatkan berbagai upaya untuk mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kabupaten Jombang. Selain memperkuat sistem pelayanan, rumah sakit juga terus mengembangkan fasilitas kesehatan serta mengedukasi masyarakat agar penanganan penyakit menular tersebut semakin efektif.

Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, menegaskan bahwa keberhasilan program eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga pada kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas. Menurutnya, disiplin pasien menjadi faktor utama untuk mencegah penularan sekaligus menghindari munculnya kasus TBC resisten obat.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/7/2026), dr. Puji menjelaskan bahwa pemerintah terus menerapkan strategi Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) sebagai metode utama dalam pengendalian TBC. Melalui program tersebut, setiap pasien mendapatkan pendampingan dan pengawasan secara langsung selama menjalani terapi agar tidak menghentikan konsumsi obat sebelum dinyatakan sembuh.

“Program DOTS menjadi salah satu kunci keberhasilan pengobatan TBC. Pasien harus rutin menjalani kontrol dan mengonsumsi obat sesuai jadwal sampai pengobatan selesai agar hasilnya optimal,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, tantangan terbesar dalam penanganan TBC saat ini bukan hanya menemukan kasus baru, melainkan memastikan pasien mampu menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan yang berlangsung selama beberapa bulan.

Menurut dr. Puji, durasi terapi yang cukup panjang sering kali membuat pasien merasa jenuh sehingga memilih menghentikan pengobatan sebelum waktunya. Kondisi tersebut sangat berbahaya karena dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap obat.

“Apabila pasien putus obat, risiko mengalami Tuberkulosis Resisten Obat (TBC-RO) akan meningkat. Penanganannya jauh lebih rumit, membutuhkan waktu lebih lama, dan biaya pengobatannya juga lebih besar dibanding TBC biasa,” terangnya.

BACA JUGA :  Moment HUT TNI ke-81, Kapolres Jombang Beri Kejutan kepada Kodim 0814, Sat Radar 405 Ploso dan Subdenpom Jombang

Untuk menekan penyebaran penyakit, RSUD Jombang bersama Dinas Kesehatan juga terus mengintensifkan kegiatan contact tracing atau pelacakan kontak terhadap keluarga maupun orang-orang yang pernah berinteraksi erat dengan pasien. Langkah ini dinilai penting untuk menemukan kasus lebih awal sekaligus memutus rantai penularan di lingkungan sekitar.

Sebagai rumah sakit rujukan penanganan TBC di Kabupaten Jombang, RSUD juga telah melakukan sejumlah penyesuaian terhadap sistem pelayanan guna mencegah terjadinya penularan antar pasien di lingkungan rumah sakit.

Beberapa langkah yang telah diterapkan antara lain menyediakan poli rawat jalan khusus TBC yang terpisah dari layanan umum, menyiapkan ruang tunggu dengan konsep terbuka agar sirkulasi udara lebih baik, serta meningkatkan standar sterilisasi ruangan dan pengaturan alur pelayanan sesuai pedoman pengendalian infeksi dari Kementerian Kesehatan.

Tidak hanya memperkuat fasilitas yang sudah ada, RSUD Jombang juga bersiap mengoperasikan perangkat rontgen portabel yang diperoleh melalui program kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kehadiran alat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses skrining dan deteksi dini TBC secara langsung di berbagai wilayah yang menjadi sasaran pemeriksaan.

Menurut dr. Puji, pemeriksaan menggunakan rontgen portabel akan mempermudah petugas kesehatan menjangkau masyarakat, sehingga kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi lebih parah maupun menularkan kepada orang lain.

Di akhir keterangannya, ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya eliminasi TBC. Informasi mengenai cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya menyelesaikan pengobatan harus terus disampaikan dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan mampu menghilangkan stigma negatif terhadap penderita.

Melalui sinergi antara RSUD Jombang, Dinas Kesehatan, Puskesmas, kader kesehatan, serta dukungan masyarakat, diharapkan target pemerintah untuk mewujudkan eliminasi Tuberkulosis di Indonesia dapat tercapai secara bertahap, termasuk di Kabupaten Jombang.

BACA JUGA :  Cegah Karhutlah Perhutani KPH Jombang Gelar Patroli Gabungan

Jika diperlukan, saya juga dapat membuat versi yang lebih panjang dengan gaya berita media online lengkap menggunakan struktur lead, body, dan penutup agar lebih menarik untuk SEO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *