Info DaerahNasional

Rais Aam PBNU Tinjau Persiapan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Progres Capai 85 Persen

Share

Headshot Media Jombang — Persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, terus dikebut. Hingga Jumat (21/8), progres persiapan dilaporkan telah mencapai lebih dari 85 persen.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar turun langsung meninjau sejumlah titik yang akan digunakan selama pelaksanaan muktamar. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Sekjen PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bendahara Umum PBNU Agus Gudfan Arief, Ketua Steering Committee (SC) Prof Mohammad Nuh, serta perwakilan tuan rumah KH Hasib Wahab dan KH Abdurozaq Sholeh.

Peninjauan diawali dari lokasi registrasi peserta di MTs Bahrul Ulum. KH Miftachul Akhyar mengecek secara langsung kesiapan layanan registrasi sebelum melanjutkan kunjungan ke Gedung Madrasah Muallimin Muallimat yang disiapkan sebagai salah satu lokasi akomodasi peserta.

Di tempat tersebut, Rais Aam PBNU turut memeriksa fasilitas yang telah disiapkan panitia. Ia bahkan sempat mencoba langsung kasur yang akan digunakan peserta muktamar.

Rombongan kemudian bergerak ke sejumlah lokasi lainnya, mulai dari gedung persidangan pleno, area bazar, hingga lapangan desa yang akan menjadi lokasi pembukaan Muktamar ke-35 NU.

Di lapangan pembukaan, sejumlah pekerja masih melakukan pemasangan tenda dan fasilitas pendukung lainnya. Panitia memastikan seluruh pekerjaan tersisa akan dituntaskan sebelum hari pelaksanaan.

Gus Ipul mengatakan, secara umum kesiapan muktamar telah berada di atas 85 persen. Waktu kurang dari sepekan sebelum pembukaan akan dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis.

“Alhamdulillah kita bersyukur dan bergembira karena semua yang kita rencanakan berjalan dengan baik. Persiapannya sudah lebih dari 85 persen. Waktu yang tersisa akan kita manfaatkan sebaik mungkin,” ujar Gus Ipul, Jumat (21/8).

BACA JUGA :  Moment HUT TNI ke-81, Kapolres Jombang Beri Kejutan kepada Kodim 0814, Sat Radar 405 Ploso dan Subdenpom Jombang

Ia menegaskan, pengecekan dilakukan secara menyeluruh dan detail, mencakup akomodasi, konsumsi, lokasi persidangan, registrasi, hingga pelayanan bagi peserta dan masyarakat yang datang ke sekitar lokasi muktamar.

Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas telah menyiapkan akomodasi bagi lebih dari 3.000 peserta resmi. Selain itu, panitia juga menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi peserta dan partisipan yang datang dari berbagai daerah.

“Tempat persidangan juga terus disiapkan. Insyaallah seluruh kebutuhan utama muktamar bisa selesai sesuai jadwal,” kata Gus Ipul.

PBNU Berharap Presiden Buka Muktamar

Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa PBNU telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto agar berkenan membuka secara langsung Muktamar ke-35 NU.

“PBNU sudah bersurat kepada Presiden untuk berkenan membuka langsung Muktamar Ke-35. Semoga waktunya cocok,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Pemkab Jombang, Pemprov Jawa Timur, tokoh lintas agama, serta berbagai pihak yang ikut mendukung persiapan agenda besar tersebut.

Menurut Gus Ipul, penyelenggaraan muktamar menjadi tantangan tersendiri karena panitia hanya memiliki waktu sekitar 50 hari sejak lokasi pelaksanaan ditetapkan.

Materi Persidangan Hampir Rampung

Dari sisi substansi, Ketua SC Muktamar ke-35 NU Prof Mohammad Nuh menyampaikan bahwa persiapan materi persidangan juga hampir seluruhnya rampung. Materi telah memasuki tahap pencetakan dan disiapkan pula dalam format digital.

“Persidangan-persidangan juga sudah disiapkan. Daftar peserta tetap sekarang sudah sekitar 95 persen,” kata Prof Nuh.

Ia berharap seluruh rangkaian muktamar berlangsung sesuai semangat yang sejak awal digaungkan, yakni penuh kegembiraan, guyub, rukun, dan bermartabat.

Muktamar ke-35 NU memiliki makna khusus karena menjadi muktamar pertama organisasi tersebut pada abad kedua. Penyelenggaraannya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas juga dinilai memiliki nilai historis karena pesantren tersebut memiliki hubungan erat dengan sejarah dan para muassis NU.

BACA JUGA :  Cegah Karhutlah Perhutani KPH Jombang Gelar Patroli Gabungan

“Ini muktamar pertama di abad kedua NU. Tempatnya juga khusus. Karena itu, mari bersama-sama kembali kepada ruh dan jiwa NU: guyub, senang, rukun, dan semuanya berorientasi pada kemaslahatan,” tutur Prof Nuh.

Ia memperkirakan jumlah warga NU dari berbagai daerah yang akan datang ke kawasan sekitar lokasi muktamar dapat menembus lebih dari 10 ribu orang.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari dukungan yang terus mengalir kepada panitia. Bantuan datang dalam berbagai bentuk, mulai dari beras, sapi, hingga kebutuhan logistik lainnya.

Sementara itu, perwakilan tuan rumah KH Hasib Wahab mengatakan, panitia kini memasuki tahap finalisasi di sejumlah titik. Mengingat pembukaan muktamar tinggal kurang dari sepekan, seluruh pekerjaan terus dipacu agar selesai tepat waktu.

“Mudah-mudahan pelaksanaan muktamar dan seluruh persidangannya berjalan kondusif, sejuk, tenang, dan gembira,” harapnya.

(ME)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *