Info Daerah

Proyek Puskesmas Keboan Jombang Bermasalah, Kontraktor Akui Sempat Disubkontrakkan ke CV Asal Pasuruan

Share

 

Pekerjaan Terbengkalai Dua Minggu, Progres Fisik Tertinggal 10 Persen dari Target

JOMBANG – Proyek pembangunan gedung Puskesmas Keboan di Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, senilai Rp4,1 miliar kini menjadi sorotan. Proyek yang bersumber dari anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang tersebut mengalami keterlambatan signifikan. Progres fisik yang seharusnya sesuai jadwal justru tertinggal hingga 10 persen. Salah satu penyebab utama keterlambatan ini adalah pekerjaan yang sempat disubkontrakkan ke pihak ketiga tanpa pengawasan yang memadai.

Subkontrak Tanpa Kontrol, Proyek Terlantar Dua Pekan

Fandi, penanggung jawab lapangan dari CV Reno Abadi—perusahaan yang memenangkan lelang proyek—mengungkapkan bahwa pekerjaan sempat dialihkan kepada rekanan lain, yakni sebuah CV asal Kabupaten Pasuruan. Namun pihak subkontraktor tersebut justru menelantarkan proyek.

“Setelah kontrak diteken tanggal 4 Februari 2025, pekerjaan seharusnya segera dimulai. Tapi malah terbengkalai dua minggu karena orang Pasuruan yang diberi kepercayaan membawa kabur uang dan tak kunjung mengirimkan pekerja,” ujar Fandi saat ditemui di lokasi proyek, Senin (14/7/2025).

Akibat kekacauan tersebut, progres pekerjaan langsung tertinggal hingga 9 persen. “Begitu saya turun tangan langsung, tenaga kerja saya tambah, material sudah ada, tapi tetap minusnya bertambah jadi 11 persen,” jelasnya.

Upaya Kejar Target, Pekerja Ditambah hingga 70 Orang

Untuk mengejar keterlambatan, CV Reno Abadi kemudian mengambil alih penuh pengerjaan proyek. Tim teknis dan pekerja ditambah secara signifikan.

“Saat ini ada sekitar 70 pekerja di lapangan. Kami berusaha mengejar ketertinggalan yang disebabkan oleh keterlambatan awal tadi. Tapi tetap butuh waktu untuk menormalkan progresnya,” kata Fandi.

Ia mengaku, saat ini progres pembangunan baru mencapai 25 persen, padahal target semestinya lebih tinggi. Kondisi ini terjadi karena masalah manajemen sejak awal pelaksanaan.

BACA JUGA :  PUPR Jombang Benahi Jalan Mayjend Sungkono dan Kemuning, Bahu Jalan Diperkuat dan Permukaan Ditingkatkan

“Kalau dari awal tidak terbengkalai dua minggu, pasti progresnya bisa lebih baik. Tapi ini karena subkontraktor tidak jalan dan malah menghilang, kami harus mulai dari nol lagi,” paparnya.

Praktik Subkontrak Tanpa Pengawasan, Siapa Bertanggung Jawab?

Fandi mengonfirmasi bahwa proyek Puskesmas Keboan awalnya memang sempat disubkontrakkan oleh CV Reno Abadi ke rekanan lain dari Pasuruan. Namun ketika pekerjaan tidak dijalankan, barulah proyek diambil alih kembali oleh pihak utama.

“Benderanya memang milik bos saya di Malang. Tapi waktu itu disubkan ke Pasuruan dan ternyata nggak jalan. Akhirnya kita ambil kembali dan mulai dikerjakan sendiri,” ungkapnya.

Praktik subkontrak dalam proyek pemerintah sebenarnya diperbolehkan, namun harus tetap dalam pengawasan dan tanggung jawab penyedia utama. Kegagalan mengawasi pihak ketiga bisa berdampak serius terhadap kualitas proyek dan kredibilitas penggunaan dana publik.

Dinas Kesehatan Belum Beri Tanggapan

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang sebagai penanggung jawab proyek belum memberikan tanggapan resmi terkait keterlambatan pembangunan Puskesmas Keboan, termasuk terkait persoalan subkontrak yang disebut jadi biang masalah.

Headshot Media telah mengirimkan permintaan konfirmasi baik melalui sambungan telepon maupun pesan tertulis, namun belum mendapat respon dari pejabat terkait. (*)

Editor : adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *