Ditemukan Susu Kedaluwarsa dan Nasi Goreng Basi di Program MBG Jombang, Dewan Pendidikan Lakukan Sidak
Jombang, Headshot Media – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru saja diluncurkan oleh pemerintah mengalami sorotan tajam di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sejumlah siswa SMP Negeri 2 Jombang mengeluhkan kualitas makanan yang didistribusikan melalui program MBG. Temuan paling mencolok adalah adanya susu kedaluwarsa, jeruk busuk, dan nasi goreng basi yang dikonsumsi oleh siswa.
Program MBG yang diinisiasi Badan Gizi Nasional (BGN) pada 6 Januari 2025, bertujuan memberikan akses makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik di seluruh jenjang pendidikan, termasuk sekolah-sekolah. Namun, pelaksanaan awal program ini justru menuai kekhawatiran akan keamanan konsumsi makanan bagi siswa.
Keluhan Siswa: Ayam Basi, Nasi Keras, Tahu Hambar
Keluhan pertama datang dari siswi berinisial KB, yang menyebutkan bahwa lauk ayam yang diterimanya berbau tidak segar dan tahu terasa hambar.
“Kalau hari ini ada bakwan, tahu, jeruk, sama sayur. Tapi kemarin ayamnya ada yang basi, tahunya juga hambar,” ujar KB, Rabu (3/9/2025).
Siswa lain, MP, juga menyampaikan bahwa pada hari pertama program, ia menerima nasi yang keras dan ayam yang masih tampak berdarah.
“Karena lapar tetap saya makan, meski rasanya kurang. Hari ini lebih enak dibanding kemarin,” katanya.
Sidak Mendadak: Terbukti Ada Bahan Makanan Tak Layak Konsumsi
Menanggapi laporan orang tua murid dan sejumlah keluhan yang masuk, Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMP Negeri 2 Jombang pada Rabu (3/9/2025). Dalam sidak tersebut, mereka membawa surat keterangan medis dari dokter yang menunjukkan bahwa beberapa siswa mengalami gejala sakit usai mengonsumsi makanan MBG.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Cholil Hasyim, membenarkan adanya makanan tidak layak konsumsi.
“Kami mendapatkan laporan warga, lalu kami cek langsung. Hasilnya memang ada susu kadaluarsa, jeruk busuk, dan nasi goreng basi,” ungkap Cholil.
SPPG Diminta Bertanggung Jawab
Sidak juga menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pihak penyalur makanan MBG ke sekolah-sekolah. Petugas SPPG dimintai keterangan mengenai proses distribusi, pengecekan bahan makanan, dan kontrol mutu sebelum makanan disajikan ke siswa.
Evaluasi dan Perbaikan Sistem Distribusi MBG
Menyikapi kejadian ini, Dewan Pendidikan Jombang mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi makanan MBG, mulai dari dapur produksi hingga titik akhir konsumsi. Selain itu, kontrol ketat terhadap tanggal kedaluwarsa, kebersihan bahan baku, dan suhu penyimpanan makanan menjadi hal krusial yang harus diperbaiki agar insiden serupa tidak terulang.
Pentingnya Pengawasan dalam Implementasi Program Gizi Nasional
Program MBG adalah langkah strategis pemerintah untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda. Namun, kejadian di Jombang menjadi alarm penting bahwa pengawasan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelaksanaannya harus diperketat. Apabila tidak ditangani dengan serius, niat baik program ini justru dapat berdampak negatif terhadap kesehatan penerima.(*)
Editor : Adm
