Peristiwa

Belum Jalan, Koperasi Desa Merah Putih di Jombang Hadapi Kendala Distribusi dan Pegawai

Share

Sepekan setelah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 Mei, puluhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jombang belum juga mulai beroperasi. Kondisi ini terjadi karena mereka masih menunggu distribusi barang serta petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Selain itu, sebagian koperasi juga menghadapi kendala berupa pengunduran diri sejumlah karyawan.

Di KDKMP Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang, sekitar dua hingga tiga pegawai dilaporkan mengundurkan diri saat tahap persiapan operasional. Kepala Desa Sambongdukuh, Khairur Roziqin, menjelaskan bahwa salah satu pegawai mundur karena sedang hamil. Pihak koperasi kemudian diminta segera memproses pengunduran diri tersebut dan menyiapkan pengganti bersama pengawas koperasi.

Meski sudah diluncurkan, koperasi di Sambongdukuh masih belum bisa beroperasi karena masih menunggu kedatangan barang dan arahan dari PT Agrinas Agro Industri Nasional. Sebelumnya, para pegawai telah mengikuti bimbingan teknis dari perusahaan tersebut, namun hingga kini kebutuhan gerai serta jenis komoditas masih dalam tahap pendataan sehingga layanan kepada masyarakat belum dapat berjalan.

Berbeda dengan Sambongdukuh, KDKMP Desa Mojongapit tidak mengalami masalah pengunduran diri pegawai. Kepala Desa Mojongapit, Muhammad Iskandar Arif, menyebut seluruh karyawan tetap bekerja seperti biasa dan hadir secara rutin di kantor koperasi.

Namun demikian, koperasi di Mojongapit juga belum mulai beroperasi karena masih menunggu keputusan pusat terkait standar harga barang serta kelengkapan administrasi dari PT Agrinas Agro Industri Nasional. Selain itu, sejumlah kebutuhan pokok seperti gas elpiji juga belum sepenuhnya tersedia.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, menyatakan belum menerima laporan resmi terkait adanya pengunduran diri pegawai KDKMP. Ia juga menegaskan bahwa proses pergantian karyawan merupakan kewenangan PT Agrinas karena petunjuk teknis dari Kementerian Koperasi belum diterbitkan.

Sebelumnya, sebanyak 80 KDKMP di Kabupaten Jombang telah diluncurkan bersamaan dengan 1.061 koperasi serupa di seluruh Indonesia yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dari Kabupaten Nganjuk. Bupati Jombang, Warsubi, pun mengimbau masyarakat agar mulai berbelanja kebutuhan di koperasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *