Sembilan Kiai Terpilih sebagai AHWA Muktamar NU di Jombang
HEADSHOT JOMBANG – Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama atau NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menetapkan sembilan kiai sebagai anggota Ahlul Halli Wal Aqdi atau AHWA.
Penetapan sembilan kiai tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam Muktamar NU yang berlangsung di Jombang.
Dari hasil penghitungan suara, KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso Kediri mendapat suara terbanyak. Ia memperoleh 485 suara.
Posisi kedua ditempati KH Nuruzzahri Yahya dengan 477 suara.
Berikut sembilan kiai yang terpilih menjadi anggota AHWA:
- KH Nurul Huda Djazuli, 485 suara
- KH Nuruzzahri Yahya, 477 suara
- KH Baharuddin HS, 392 suara
- KH Miftachul Akhyar, 350 suara
- KH Afifuddin Muhajir, 339 suara
- KH Anwar Iskandar, 326 suara
- KH Anwar Manshur, 303 suara
- KH Said Aqil Siroj, 273 suara
- KH Abun Bunyamin, 268 suara
Sembilan kiai tersebut selanjutnya menjalankan musyawarah untuk menentukan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU masa khidmat 2026 sampai 2031.
Musyawarah AHWA berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
Dalam proses tersebut, KH Miftachul Akhyar kemudian ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026 sampai 2031.
Muktamar NU ke 35 di Jombang menjadi perhatian besar warga Nahdliyin dari berbagai daerah. Ribuan peserta dan pengurus NU hadir mengikuti rangkaian kegiatan muktamar.
Jombang memiliki hubungan yang kuat dengan sejarah NU. Sejumlah pesantren besar di Jombang juga menjadi bagian penting dalam perkembangan Nahdlatul Ulama.
Penetapan AHWA dan Rais Aam menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan arah kepemimpinan NU untuk lima tahun ke depan.
Muktamar NU di Tambakberas Jombang selanjutnya masih menyisakan sejumlah agenda penting, termasuk proses penentuan kepemimpinan PBNU.
Editor : A Putra
