Rumah Warga di Diwek Jombang Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp100 Juta
JOMBANG – Sebuah rumah milik warga di Dusun Kayen, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, dilalap api pada Kamis (9/7/2026) pagi. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut menyebabkan bangunan rumah mengalami kerusakan parah dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas, menjelaskan peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, pemilik rumah bernama Ardi melihat kobaran api telah muncul dari bagian dalam rumah dan dengan cepat merambat hingga ke bagian atap.
“Korban mengetahui ada kobaran api di dalam rumah yang kemudian menjalar ke atap,” ujar Wiku.
Mengetahui kebakaran tersebut, warga sekitar segera berdatangan memberikan pertolongan. Mereka berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya agar kobaran tidak semakin meluas.
Namun, besarnya api membuat upaya warga tidak membuahkan hasil. Api terus membesar hingga akhirnya laporan disampaikan kepada Pos Pemadam Kebakaran Kabupaten Jombang.
Petugas pemadam yang tiba di lokasi langsung melakukan proses pemadaman. Setelah api berhasil dijinakkan, petugas melanjutkan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Proses pemadaman hingga pembasahan berlangsung sekitar satu setengah jam sampai api benar-benar berhasil dikendalikan,” jelasnya.
Sementara itu, petugas Damkar Jombang, Darul Huda, mengatakan rumah yang terbakar memiliki ukuran sekitar 6 x 10 meter. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, penyebab kebakaran diduga berasal dari arus pendek atau korsleting pada instalasi listrik.
“Dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik,” kata Darul.
Meski sebagian besar bangunan rumah hangus terbakar, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Kendati demikian, kerusakan yang ditimbulkan cukup besar sehingga kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Estimasi kerugian materiil sekitar Rp100 juta,” pungkasnya.
