Info DaerahPeristiwa

Gorong-Gorong Sempit Picu Genangan, Warga Tugusumberejo Peterongan Kembali Dihantui Banjir Setiap Hujan Tiba

Share

Jl. Kolonel H. Ismail di Dusun Budug, Tugusumberjo, Peterongan, Jombang banjir

Headshot Jombang — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jombang kembali membawa kekhawatiran bagi warga Dusun Budug, Desa Tugusumberejo, Kecamatan Peterongan. Di kawasan ini, genangan air menjadi pemandangan yang nyaris rutin setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi. Bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan kemacetan, kerusakan kendaraan, hingga potensi kerusakan infrastruktur jalan.

Masalah yang dihadapi warga bukan baru sekali ini terjadi. “Hampir setiap hujan deras, jalanan ini selalu tergenang. Airnya tidak langsung surut, kadang bisa sampai dua sampai tiga hari baru benar-benar kering,” ungkap Zainul (47), warga setempat yang ditemui Headshot Media pada Minggu (9/6/2025).

Gorong-Gorong Kecil, Air Tertahan

Menurut Zainul, biang keladi dari banjir musiman ini adalah sistem drainase yang tidak memadai. Ukuran gorong-gorong yang sempit tidak sebanding dengan volume air hujan yang datang. Akibatnya, air tidak bisa mengalir dengan lancar dan meluap ke badan jalan. Genangan air bisa mencapai 30 cm di titik-titik tertentu.

“Kami sudah sering mengeluhkan ini. Masalahnya sudah bertahun-tahun. Tapi belum juga ada perbaikan. Gorong-gorongnya kecil, tidak bisa menampung debit air hujan besar,” kata Zainul.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan jembatan kecil yang membentang di atas gorong-gorong turut memperparah aliran air. “Jembatannya rendah, air jadi tertahan. Solusinya ya gorong-gorong diperbesar, jembatan ditinggikan. Kalau dibiarkan, air makin susah ngalir.”

Lalu Lintas Terganggu, Kendaraan Mogok

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Di ruas Jalan Kolonel Haji Ismail, yang menghubungkan Peterongan dengan Kesamben, sejumlah kendaraan tampak mogok karena air masuk ke mesin, terutama sepeda motor yang knalpotnya terendam.

BACA JUGA :  Tradisi Pedang Pora Iringi Pisah Sambut Kapolres Jombang

Banyak pengendara yang akhirnya memilih putar balik atau mengambil jalan alternatif yang lebih sempit. Akibatnya, arus lalu lintas dialihkan ke gang-gang perkampungan yang tidak dirancang untuk volume kendaraan besar, menimbulkan kemacetan dan risiko kecelakaan.

Warga Menanti Solusi Nyata

Keluhan warga terhadap genangan di Tugusumberejo bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan rasa aman dan kepastian infrastruktur. Mereka berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah, mulai dari normalisasi saluran air, pelebaran gorong-gorong, hingga revitalisasi sistem drainase yang lebih sesuai dengan kondisi iklim saat ini.

“Kami bukan hanya butuh penyedotan air kalau banjir sudah terjadi. Yang kami harapkan adalah pencegahan. Kalau bisa drainasenya dibenahi sebelum musim hujan datang,” tambah Zainul.

Hingga saat ini, belum ada informasi dari pemerintah desa atau dinas terkait soal rencana penanganan permanen di kawasan tersebut. Namun, warga berharap agar masalah klasik ini tidak terus terulang setiap tahun. Mereka percaya bahwa dengan kemauan dan perencanaan yang tepat, genangan air bisa dicegah dan kawasan mereka bisa kembali menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman, bahkan saat hujan deras mengguyur. (ear/yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *