Dokter Tifa Ingatkan Jokowi: Dugaan Ijazah Palsu Sudah Jadi Sorotan Media Internasional
Headshot Nasional – Pakar kesehatan yang dikenal publik dengan nama Dokter Tifa atau Tifauzia Tyassuma, kembali menyampaikan peringatan keras kepada Presiden Joko Widodo terkait polemik dugaan ijazah palsu dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menegaskan bahwa isu ini kini telah menjadi perhatian media internasional.
Salah satu media asing yang menyoroti kasus ini adalah The Star Online, situs berita ternama asal Malaysia, yang memuat artikel berjudul “Jokowi to face two lawsuits on diplomas, Esemka car”. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Jokowi kini menghadapi dua tuntutan hukum, masing-masing terkait dugaan ijazah palsu dan kontroversi mobil Esemka.
Melalui unggahan di akun X (dulu Twitter), Dokter Tifa menyarankan Jokowi untuk berhati-hati dalam mengambil langkah berikutnya. “Kasus dugaan ijazah palsu ini sudah mendunia. Pak Jokowi harus benar-benar berhitung dalam setiap langkahnya, karena apa pun langkah yang diambil justru berpotensi menjerumuskannya lebih dalam,” tulisnya pada Rabu (30/4/2025).
Dalam unggahan yang sama, Dokter Tifa juga menyentil perihal konsep “matahari kembar,” sebuah sindiran tajam yang kerap ia lontarkan. Ia mengatakan bahwa kekuatan alam akan menolak keberadaan “matahari kembar” dan akan berusaha memadamkannya. “Semesta hanya mengizinkan satu matahari. Ketika ada matahari ilegal yang menolak padam, semesta akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memadamkannya,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu tanda bahwa kekuatan tersebut sedang bergerak adalah munculnya pemberitaan di media internasional. “Ini peringatan keras, Pak Jokowi. Hati-hati,” tambah Dokter Tifa.
Sebelumnya, Dokter Tifa juga sempat menyoroti kejanggalan dalam dokumen akademik Jokowi. Ia menyebut ada ketidaksesuaian antara tanggal wisuda dan pengesahan skripsi. “Dalam ijazahnya, tercatat Jokowi lulus pada 5 November 1985, tetapi skripsinya baru disahkan pada 11 November 1985. Jadi, dia sudah wisuda duluan sebelum skripsinya disahkan. Aneh, kan?” tuturnya.
Kasus ini terus memicu kontroversi di dalam negeri dan kini mulai menarik perhatian komunitas internasional, menambah panas perdebatan soal kredibilitas dokumen akademik kepala negara.
Editor : Redaksi Headshot Media (RMOL Berkontribusi dalam artikel ini)
