EconomyInfo DaerahPoliticsUncategorized

Pemkab Jombang Alokasikan Rp 2,1 Miliar untuk Wifi Gratis di 306 Desa dan Kelurahan Untuk Mendorong Potensi Ekonomi Digital Desa

Share

Headshot Media Jombang — Pemerintah Kabupaten Jombang terus memperkuat transformasi digital di wilayah pedesaan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menggulirkan program penyediaan akses internet gratis bagi seluruh desa dan kelurahan di wilayahnya.

Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Pemkab Jombang mengalokasikan dana sebesar Rp 2,1 miliar dalam APBD 2025 untuk pengadaan fasilitas wifi publik yang akan dipasang di 306 titik, mencakup 302 desa dan 4 kelurahan.

Dorong Ekonomi Digital Desa dan Perluas Akses Informasi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jombang, Endro Wahyudi, saat ditemui Headshot Media dikantornya menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program unggulan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid dalam menciptakan dan memperluas jangkauan wifi gratis di desa-desa sehingga mampu mengarah pada penciptaan desa  cerdas (smart village).

“Program ini ditujukan untuk mendukung transformasi digital pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan konten digital berbasis potensi desa,” kata Endro kepada Headshot Media, Jum’at (11/4).

Ia menambahkan, melalui fasilitas internet gratis ini, masyarakat desa diharapkan bisa lebih mudah memasarkan produk-produk lokal, mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Dorong Lahirnya Konten Kreator Desa

Tak hanya fokus pada layanan publik dan UMKM, Pemkab Jombang juga berharap agar fasilitas wifi gratis ini bisa memacu pertumbuhan konten kreatif di desa. “Sekarang semua berbasis internet. Kami ingin mendorong anak-anak muda desa menjadi konten kreator yang mampu bersaing, karena ini bukan hanya sekadar tren, tapi juga peluang ekonomi,” tegas Endro.

Menurutnya, era digital membuka banyak peluang baru, termasuk menciptakan lapangan kerja berbasis teknologi dan komunikasi. “Dengan jaringan internet yang merata, akan lebih mudah bagi masyarakat desa untuk mengakses informasi, belajar secara daring, hingga memasarkan jasa maupun produk,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Cegah Karhutlah Perhutani KPH Jombang Gelar Patroli Gabungan

Tahapan Pelaksanaan Sudah Berjalan

Endro menjelaskan bahwa tahapan pelaksanaan program ini berjalan sesuai rencana. Semua desa dan kelurahan telah menyerahkan berkas pengajuan lokasi pemasangan wifi. “Pada Maret lalu, kami telah melakukan sosialisasi ke para camat. Kini dokumen dari desa-desa sudah terkumpul,” katanya.

Saat ini, Dinas Kominfo sedang menyusun dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan segera memasuki tahap pengadaan barang dan jasa melalui mekanisme e-purchasing di e-katalog. Targetnya, kontrak dengan penyedia layanan bisa ditandatangani dalam waktu dekat.

“Jika tidak ada kendala, minggu depan sudah bisa dilakukan penandatanganan kontrak dan instalasi wifi dimulai,” ujar Endro.

Kecepatan Internet 100 Mbps, Bisa Layani 100 Perangkat

Fasilitas wifi publik yang akan dipasang dijanjikan memiliki spesifikasi memadai. Setiap titik akan dilengkapi koneksi internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan bisa melayani hingga 100 perangkat yang terhubung secara bersamaan.

Sebelumnya, layanan internet memang telah tersedia di kantor desa, namun cakupannya terbatas. “Biasanya hanya bisa digunakan di dalam kantor desa. Sekarang, masyarakat umum juga bisa menikmati layanan ini di area publik desa,” ujar seorang staf Dinas Kominfo.

Ditarget Rampung dalam 100 Hari Kerja

Program ini ditargetkan rampung dan bisa difungsikan sepenuhnya dalam 100 hari kerja pertama pasangan Bupati Warsubi dan Wabup Salmanudin Yazid. Artinya, seluruh masyarakat desa dan kelurahan di Jombang sudah bisa mengakses layanan internet publik pada bulan Mei 2025.

Diketahui, program ini tercantum dalam APBD Kabupaten Jombang dengan nama “Belanja Penyediaan Akses Internet Area Publik Desa/Kelurahan”, dan dikerjakan melalui metode pengadaan e-purchasing.

Dengan hadirnya layanan ini, diharapkan pelayanan publik di desa semakin cepat dan efisien, serta mampu meningkatkan literasi digital dan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi berbasis internet. (ear)

BACA JUGA :  Kanit Binmas Polsek Diwek Tinjau Tanaman Jagung, Dukung Program Ketahanan Pangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *