Pemkab Jombang Siapkan Rp 2,1 Miliar untuk Realisasi Wifi Gratis di 306 Desa dan Kelurahan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus bergerak merealisasikan program unggulan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid terkait penyediaan akses internet gratis di seluruh desa dan kelurahan. Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemkab telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar melalui APBD 2025 untuk mendanai pengadaan fasilitas wifi publik di area pedesaan dan kelurahan.
Program wifi gratis ini merupakan bagian dari upaya pemkab mendukung pemerataan akses digital di masyarakat, khususnya bagi warga di wilayah pedesaan yang selama ini belum menikmati layanan internet yang memadai. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jombang, Endro Wahyudi, menyampaikan bahwa tahapan pelaksanaan program ini telah berjalan sesuai rencana.
“Pagu anggarannya sudah ditetapkan sebesar Rp 2,1 miliar. Anggaran ini diperuntukkan untuk pengadaan akses internet publik di desa dan kelurahan,” ujar Endro, Rabu (9/4), kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Endro menjelaskan bahwa seluruh desa di Kabupaten Jombang telah menyampaikan berkas usulan terkait titik-titik lokasi yang akan dijadikan tempat pemasangan wifi. “Bulan Maret lalu kami sudah melakukan sosialisasi kepada para camat agar dapat menghimpun data dari desa-desa mengenai lokasi yang diusulkan. Saat ini, seluruh dokumen dari desa sudah kami terima,” tambahnya.
Secara total, wifi publik ini akan dipasang di 302 desa dan 4 kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jombang. Saat ini, tim dari Dinas Kominfo tengah menyusun dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan.
Dalam proses pengadaan barang dan jasa, pemkab menggunakan mekanisme e-purchasing melalui e-katalog. Endro menyebutkan bahwa jika sesuai dengan timeline yang dirancang, maka proses pengadaan akan dimulai minggu ini dan diharapkan minggu depan sudah dapat dilakukan kontrak dengan pihak penyedia layanan.
“Target kami, minggu depan sudah ada kontrak kerja dan proses instalasi bisa langsung dimulai di lapangan,” ungkapnya.
Pemkab menargetkan, dalam 100 hari kerja pertama pasangan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid, seluruh program wifi gratis ini sudah dapat difungsikan sepenuhnya di seluruh desa dan kelurahan. Dengan begitu, pada bulan Mei 2025, seluruh warga desa di Jombang sudah bisa merasakan manfaat dari layanan internet publik ini.
Adapun kecepatan koneksi yang disediakan di tiap titik lokasi dipastikan cukup tinggi, yakni 100 Mbps (megabit per detik). “Setiap desa akan mendapatkan layanan internet dengan kecepatan 100 Mbps, dan dapat mengakomodasi hingga 100 perangkat yang terhubung secara bersamaan,” jelas Endro.
Sebelumnya, memang sudah ada layanan internet yang dipasang di kantor desa. Namun, menurut sejumlah perangkat desa, jaringan tersebut hanya mencakup area di dalam kantor desa saja, sehingga masyarakat tidak bisa ikut mengaksesnya dari luar. “Yang sekarang hanya bisa digunakan di dalam kantor. Program baru ini jauh lebih bermanfaat karena jangkauannya lebih luas dan bisa diakses masyarakat,” ujar salah satu staf Dinas Kominfo Jombang.
Sebagai informasi tambahan, program ini tercatat dalam anggaran pemkab dengan nama “belanja penyediaan akses internet area publik desa/kelurahan” dan menggunakan metode pemilihan penyedia melalui sistem e-purchasing.
Dengan hadirnya program ini, diharapkan kualitas layanan publik di desa meningkat dan masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi, layanan digital, serta menunjang kegiatan ekonomi berbasis teknologi. (ear)
