Info Daerah

Heboh di Medsos, Warga Protes Layanan RSUD Jombang untuk Pasien Patah Tulang

Share

Jombang, Headshot Media – Pelayanan kesehatan di RSUD Jombang kembali mendapat sorotan publik. Seorang warga mengeluhkan lambannya penanganan pasien kecelakaan yang dialami keluarganya, meski pihak rumah sakit memastikan seluruh prosedur medis telah dijalankan sesuai standar.

Keluhan tersebut disampaikan AL, warga Jombang, melalui media sosial pada Senin (22/9/2025). Dalam unggahannya, AL menuturkan adiknya, MRS, mengalami patah tulang setelah mengalami kecelakaan. Meski telah dirawat sejak malam sebelumnya, AL menilai tindakan operasi belum juga dilakukan. Ia juga menyinggung status Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik keluarganya yang disebut tidak aktif.

“Adik saya sudah masuk sejak semalam, kondisinya patah tulang, tapi belum dioperasi. KIS juga katanya tidak aktif, jadi bingung soal biaya,” tulis AL dalam keluhannya yang sempat ramai dibicarakan warganet.

RSUD Pastikan Prosedur Sesuai Standar

Menanggapi keluhan tersebut, Humas RSUD Jombang, Fery Dewanto, menegaskan pelayanan terhadap pasien tetap menjadi prioritas, termasuk pasien yang datang dengan kondisi darurat. Fery menyebut pasien telah mendapat penanganan medis sejak pertama kali masuk Unit Gawat Darurat (UGD).

“Pasien masuk sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung mendapatkan tindakan awal. Dua jam kemudian sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Infus, rontgen, hingga pemeriksaan dokter spesialis tulang telah dilakukan. Rencana operasi sedang dijadwalkan setelah seluruh hasil pemeriksaan lengkap,” jelasnya.

Fery juga menegaskan bahwa pihak rumah sakit siap menindaklanjuti keluhan keluarga pasien. “Kami mohon data pasien bisa disampaikan agar kami dapat melakukan koordinasi lebih lanjut. Prinsip kami, keselamatan pasien dan pelayanan kesehatan tetap diutamakan,” tegasnya.

Isu KIS Tak Aktif, RSUD Siap Bantu Proses Administrasi

Terkait informasi status Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang disebut tidak aktif, Fery menyatakan pihak RSUD akan membantu proses verifikasi agar pasien tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan. “Jika ada kendala kepesertaan, kami akan bantu berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan agar pasien tetap mendapat layanan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Cegah Karhutlah Perhutani KPH Jombang Gelar Patroli Gabungan

Direktur Baru Dihadapkan Tantangan

Kasus ini menjadi ujian awal bagi manajemen RSUD Jombang yang baru saja berganti direktur. Publik menaruh harapan agar kepemimpinan baru mampu meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi kecepatan tindakan medis maupun komunikasi kepada keluarga pasien.

Sementara itu, sejumlah warga yang mendengar keluhan ini berharap kejadian serupa tidak terulang. “Semoga RSUD lebih sigap. Pasien butuh kepastian, apalagi kalau soal operasi,” kata Rina (32), warga yang kerap berobat di RSUD Jombang.

Pemkab Jombang sendiri telah menegaskan komitmen untuk memperkuat layanan kesehatan, termasuk mempercepat proses administrasi BPJS dan menambah fasilitas medis. Kasus ini diharapkan menjadi momentum evaluasi agar pelayanan rumah sakit daerah semakin profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(*)

Editor : Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *