Pendidikan & Pesantren

KBM Sekolah Rakyat Jombang Dimulai, Pembangunan Gedung Ditargetkan Rampung Agustus

Share

JOMBANG – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang resmi dimulai bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Kamis (30/7/2026). Meski demikian, proses pembangunan kompleks sekolah di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, masih berlangsung dan belum mencapai 100 persen.

Demi menjamin keamanan peserta didik, pihak sekolah bersama tim transisi dan pelaksana proyek membatasi area yang masih dalam tahap pembangunan. Sejumlah lokasi dipasangi garis pembatas agar tidak dapat diakses siswa selama kegiatan belajar berlangsung.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang, Andik Minarto, mengatakan langkah tersebut dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan tim transisi dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Menurutnya, pemisahan area belajar dan area konstruksi menjadi prioritas agar aktivitas pendidikan tetap berjalan dengan aman.

“Kami sudah berkoordinasi dengan tim transisi dan pihak PU untuk melokalisir area pembelajaran dan ruang asrama. Ada pembatas berupa police line sehingga pergerakan siswa tidak memasuki lokasi pembangunan,” ujarnya.

Andik menjelaskan, berdasarkan informasi dari pihak pelaksana, progres pembangunan kawasan Sekolah Rakyat saat ini telah mencapai sekitar 92 hingga 95 persen. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.

“Informasi yang kami terima progresnya sekitar 92 sampai 95 persen. Kami berharap proses finishing bisa selesai seluruhnya pada Agustus,” katanya.

Meski beberapa fasilitas belum rampung, kegiatan MPLS dan pembelajaran tetap dapat dilaksanakan karena bangunan utama sudah siap digunakan. Fasilitas yang telah difungsikan meliputi gedung SD sebagai ruang kelas, dua asrama putra, dua asrama putri, dapur, ruang ibadah, serta kantin.

Sementara itu, sejumlah fasilitas lain masih dalam tahap penyelesaian, di antaranya asrama siswa SD, rumah susun guru, masjid, guest house, serta beberapa bangunan penunjang lainnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang dibangun di atas lahan seluas 6,2 hektare di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Pada tahun ajaran 2026, sekolah ini menampung 270 siswa yang terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Andik menambahkan, seluruh kuota penerimaan peserta didik baru telah terpenuhi. Ia menyebut konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jombang menjadi salah satu yang paling lengkap karena menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan terpadu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *